Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sekda Minta Mahasiswa NTB jadi Promotor Sistem Ekonomi Syariah

0 8

MATARAM, DS – Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Dr. H. Rosiadi H. Sayuti, mengimbau sistem ekonomi Islam berbasis syariah agar bisa diterapkan di lingkungan ponpes dan kampus di NTB. Sistem perekonomian tersebut diprediksi akan menjadi salah satu sistem ekonomi di dunia.

Oleh karena itu, para mahasiswa diharapkan  bisa menjadi promotor utama dalam pengembangan ekonomi Islam berbasis syariah di NTB. Terlebih, di NTB saat ini telah memiliki perangkat untuk hal itu yakni proses konversi PT Bank NTB dari konvensional ke sistem Bank Syariah.

“Kami minta proaktif mahasiswa mampu menjelaskan dan menyosialisasikan sistem ekonomi syariah di tengah-tengah masyarakat. Ini penting agar sistem ekonomi syariah ini akan dapat dipahami sehingga diterima dan digunakan oleh kalangan masyarakat di NTB,” ungkap Rosiady saat membuka seminar nasional keuangan syariah di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Selasa (10/10).

Menurutnya, Provinsi NTB adalah salah satu daerah di Indonesia setelah Provinsi Aceh, yang berkomitmen menerapkan kebijakan pengembangan ekonomi islam sistem syariah tersebut. Langkah ini dirasa akan dapat membawa dampak positif bagi kemajuan perekonomian di NTB. “Fasilitas pendukung kita Bank NTB syariah, Insya Allah Ramdhan tahun depan akan dilaunching, dengan demikian saya mengajak masyarakat NTB untuk segera beralih dari sistem konvensional ke sistem syariah,” kata Sekda.

Terpisah, Kepala OJK NTB Farid Faletehan mengaku, jika NTB merupakan salah satu satu daerah yang sangat potensial dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah. Sebab, saat ini NTB memiliki aset syariah mencapai 8,3 persen, sehingga raihan itu berada di atas nasional yang hanya mencapai 6,5 persen.

“Kedepan dengan dilakukannya konversi PT Bank NTB dari konvensional ke sistem syariah, maka diperkirakan aset syariah di NTB mencapai Rp 9 Triliun atau sekitar 30 persen. Kami siap memfasilitasi pengembangan ekonomi syariah di NTB dengan melakukan diskusi untuk menyatukan pemikiran-pemikiran terkait pengembangan ekonomi syariah,” ujarnya. fahrul

Leave A Reply