Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Sebut Dua Warga Sesela Positif Corona Pahlawan Kemanusian,  Masyarakat Diminta Tak Panik

0

MATARAM, DS – Kepala Desa Sesela, H. Abu Bakar, mengimbau masyarakat di wilayahnya tidak panik terkait diumumkannya dua warga Sesela yang positif terjangkit virus corona oleh Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB.

Abu Bakar mengaku, kedua pasien positif masing-masing bernama Ny LZ dan Ny IKR merupakan dua orang tenaga medis yang kesehariannya bertugas menangani pasien yang terpapar Covid-19 di RSUD Provinsi NTB.

Oleh karena itu, ia merasa bangga pada dedikasi dua warganya yang terpapar positif Corona saat bertugas menangani pasien tersebut. “Atas nama pemerintah desa Sesela, saya bangga pengorbanan dua orang pahlawan kemanusian (tenaga medis) itu yang rela bekerja siang dan malam meninggalkan keluargnya. Mari kita doakan keduanya agar mereka lekas sembut, serta jangan ada yang melakukan sikap diskriminasi dan melecahkan sesamanya,” tegas Abu Bakar dalam siaran tertulisnya, Selasa (26/5).

Ia mengatakan kondisi kedua pasien yang keduanya berjenis kelamin perempuan setelah dikonfirmasi dalam kondisi sehat walafiat. “Jadi, kita enggak usah panik berlebihan, karena pemerintah melalui Tim Gugus Covid-19 Provinsi NTB sudah bekerja dan menangani kedua pasien dengan baik,” ujarnya seraya menambahkan kondisi masing-masing keluarga pasien masing-masing  Ny LZ, sejauh ini sedang dan sudah melakukan isolasi mandiri dalam pemantauan tim medis. Selanjutnya, untuk keluarga pasien Ny IKR, terpantau  perempuan, usia 35 tahun itu merupakan warga Sesela yang asli kelahirannya adalah Kabupaten Lombok Timur. Dimana, sesuai Informasi dari RT setempat bahwa keluarga Ny IKR selama kondisi pandemi ini, telah menetap di Lotim.

“Ny IKR telah mengungsikan anak dan adiknya ke Lotim sudah jauh-jauh hari sekitar tiga bulan. Itu karena, dia harus menetap di penginapan team medis beserta team medis lainnya guna menangangi pasien Covid-19 di RSUD Provinsi NTB,” ucap dia.

Abu Bakar menuturkan, jika merujuk kronologis yang diperolehnya, maka ketakutan masyarakat akan adanya informasi jika wilayahnya akan di lockdown, dipastikan tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Hal itu, menyusul contak tracing pasien positif khusus pasien Ny IKR tidak pernah terjalin dengan masyarakat sekitar. “Informasi pak RT dan warga di sekitar tempat tinggal yang bersangkutan, bahwa Ny IKR hanya pulang sebentar guna mengambil pakaian serta membersihkan rumahnya. Itupun dia, enggak pernah berinteraksi dengan tetangga. Karena memang kesibukannya menangangi pasien Covid-19. Jadi, informasi yang berselewiran agar jangan dipercaya. Sebab, yang bersangkutan juga sudah menginformasikan kondisinya dengan aparat medis yang menanganinya,” jelas Abu Bakar.

Ia berharap agar masyarakat di wilayahnya mengecek ulang informasi apapun yang beredar di media sosial pada sumber terpercaya. Yakni, pemerintah desa Sesela, Pemkab Lobar juga Pemprov NTB.

“Kami imbau warga agar terus melakukan pencegahan secara mandiri dengan mencuci tangan setiap bepergian dan saat pulang dari bepergian. Selain itu, , menggunakan masker saat keluar rumah, meminum air hangat setiap hari dan lakukan aktivitas berjemur rutin setiap hari sekitar 5-15 menit pada pukul 09.00 Wita hingga pukul 10.00 Wita pada pagi hari agar terus di intensifkan,” tandas Abu Bakar. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.