Menu

Mode Gelap

Politik · 18 Nov 2019 21:47 WITA ·

Sebut Bela Rakyat, Puluhan ASN Loteng dan 6 Kades Lingkar BIL Kompak Ikut Demo Tolak Perubahan Nama Bandara


					Sejumlah kepala desa di lingkar BIL Lombok Tengah terlihat ikut menyuarakan penolakan perubahan nama bandara saat hearing di Kantor DPRD NTB Perbesar

Sejumlah kepala desa di lingkar BIL Lombok Tengah terlihat ikut menyuarakan penolakan perubahan nama bandara saat hearing di Kantor DPRD NTB

MATARAM, DS – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Lombok Tengah dan sebanyak enam kepala desa di lingkar Bandara Internasional Lombok (BIL) di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, terpantau kompak mengikuti aksi unjuk rasa penolakan perubahan bernama Bandara Internasional Lombok (BIL) atau Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi Bandara Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) pada Senin (18/11).

Umumnya, para Kades dan ASN itu mengklaim keikut sertaan mereka pada aksi unjuk rasa di kantor DPRD NTB dan sebelumnya mereka berkumpul di alun-alun Tastura Kota Praya itu, lantaran terpanggil dengan terbitnya Surat Gubernur NTB Nomor 550/375/Dishub/2019 tentang Pelaksanaan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor 1421 tahun 2018 terkait perubahan nama bandara tersebut.

Kepala Desa Ketara, Lombok Tengah, Lalu Buntaran mengaku, umumnya seluruh warganya yang selama ini berada di lingkar BIL merasa sudah hidup aman dan nyaman terkait nama bandara yang ada saat ini. Namun, adanya surat Gubernur terkait perubahan nama bandara tersebut telah mengusik ketenangan warganya.

Padahal, hampir seluruh warganya sudah legowo merelakan tanah mereka untuk pembangunan bandara terbesar di NTB tersebut. “Termasuk, saya sendiri, tanah warisan keluarga saya seluas 15 hektare sudah kita relakan berikan pada negara. Tolong jerih payah kami untuk daerah dan bangsa Indonesia agar pula dihargai, jangan kayak sekarang, tanpa ada konfirmasi tiba-tiba seenaknya merubah nama bandara itu,” ujar Buntaran dalam orasinya, kemarin.

Ia mengaku, warga Ketara yang dikenal sudah menyimpan rapat-rapat senjata mereka diatas lemari hingga atap rumah, selama puluhan tahun untuk pengamanan jalannya bandara di tanah mereka. Kini, telah mulai terusik.

Oleh karena itu, Buntaran khawatir jika kebijakan perubahan nama bandara ini tidak ditinjau ulang dikhawatirkan, kondusifitas daerah khususnya di lingkar BIL yang sudah aman bakal tidak kondusif lagi.

“Setiap gang di desa Ketara, semua masyarakatnya sudah mulai angkat senjata yang mereka miliki saat ini. Tolong pada pimpinan DPRD agar bijak melihat persoalan perubahan nama bandara ini dengan melihat kondisi masyarakat di level paling bawah,” tegasnya.

Hal serupa dilontarkan Kepala Desa Tanak Awu Wisnu Wardana. Menurut dia, dirinya siap disangsi oleh pemerintah dengan telah mengikuti aksi unjuk rasa terkait perubahan nama bandara tersebut. Sebab, kata dia, perubahan nama bandara tersebut telah melukai masyarakatnya.

“Ketimbang saya dipecat oleh masyarakat lebih baik saya membela aspirasi seluruh masyarakat di wilayah saya. Yang pasti masyarakat sudah bersatu jika nama BIL adalah harga mati dan buka diganti seenaknya seperti saat ini,” ungkap Wardana.

Ia menyatakan, seluruh kepala desa di lingkar BIL sudah kompak untuk bersatu bersama rakyat Lombok Tengah guna menolak perubahan nama bandara tersebut. Apalagi, Bupati Loteng sudah memastikan tidak pernah sekalipun diajak komunikasi oleh Gubernur terkait perubahan nama bandara tersebut.

“Ingat, negara ini dibangun atas dasar musyawarah. Sampai sejauh ini, kami sebagai aparat di bawah tidak pernah sekalipun diajak komunikasi apapun oleh pemprov NTB melalui Gubernur NTB terkait perubahan nama bandara namun tiba-tiba sudah ada SK itu. Bahkan, pak Bupati selaku pemilik wilayah juga sama dengan kami tidak pernah sekalipun diajak berkomunikasi,” tandas Wardana.

“Jadi, jangan salahkan jika perlawanan rakyat akan terus berkobar untuk memperjuangkan tanah kelahiran kami,” sambungnya. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan

21 Mei 2022 - 16:59 WITA

PPP NTB Siap Jadi Pemenang Pileg 2024

18 Mei 2022 - 17:49 WITA

Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan Maharani Apresiasi Kerja Pemerintah dan TNI-Polri

17 Mei 2022 - 17:11 WITA

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

Trending di Politik