Menu

Mode Gelap

Politik · 18 Sep 2020 18:08 WITA ·

Sebut Bang Zul Pemimpin untuk Semua Umat, Umat Hindu Mataram Tunggu 60 Tahun Dikunjungi Gubernur


					Sebut Bang Zul Pemimpin untuk Semua Umat, Umat Hindu Mataram Tunggu 60 Tahun Dikunjungi Gubernur Perbesar

FOTO. Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kanan) saat menyapa Ketua Pura Dalem Swasta Pranawa, Ida Wayan Sugata dengan salam korona dalam kunjungannya

MATARAM, DS – Kedatangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersilaturahmi dengan Umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abiantubuh pada Kamis (17/9) lalu, menuai atensi kalangan umat Hindu di wilayah Kota Mataram.

Pasalnya, penantian umat Hindu dikunjungi oleh pemimpin daerah mereka, justru termasuk sesuat hal yang langka. Tercatat, sejak tahun 1960 lalu, baru kali ini, Gubernur bisa duduk bersama masyarakat Hindu.

“Kami merasa bangga dan terharu, kami dari tahun 60-an, baru kali ini, tumben-tumben dikunjungi oleh orang nomor satu di daerah kita, terima kasih pak Gubernur NTB,” ujar Ketua Pura Dalem Swasta Pranawa, Ida Wayan Sugata menjawab wartawan, Jumat (18/9).

Ia mengatakan, kehadiran seorang pemimpin di komunitas agama Hindu memberi pesan tentang rasa aman. Sehingga, Bang Zul dikatagorikan masuk contoh pemimpin untuk semua umat.

“Pak Gubernur ini kita tahu partainya adalah PKS, tapi giliran untuk masyarakat. Beliau selalu terdepan dalam membela hak warga untuk beribadah. Inilah contoh pemimpin yang layak diteladani,” kata Ida Wayan Sugata.

Mewakili masyarakat, Ia berharap Gubernur dapat terus amanah dalam melaksanakan tugasnya selaku pemimpin di Provinsi NTB.

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah  mengucapkan terima kasih atas sambutan masyarakat yang begitu hangat dan penuh rasa kekeluargaan dari komunitas umat Hindu di Abian Tubuh Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

“Sambutan luar biasa ke saya ini, membuktikan bahwa NTB merupakan daerah yang begitu ramah untuk dikunjungi oleh siapapun,” ungkap Bang Zul.

Dalam kesempatan itu. Gubernr berpesan agar dalam momentum Pilkada, diharapkan tidak menjadi pemecah kerukunan antar masyarakat NTB. “Sebaliknya, Pilkada harus dijadikan ajang untuk saling mempererat keharmonisan,” tegas Gubernur NTB.

“Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita,” sambung Gubernur.

Menurut Bang Zul, perhelatan Pilkada, seyogyanya bukan menjadi ajang memecah belah. Apalagi, untuk saling mencaci dan mencari kesalahan orang lain.

Sehingga, Ia berharap kabupaten/kota di NTB dalam Pilkada mendatang akan mendapatkan orang terbaik dan layak untuk memimpin daerahnya kelak.

“Pilkada ini adalah pesta rakyat untuk memilih pelayan, siapa yang memiliki waktu untuk melayani rakyat, bukan menjadi raja. Oleh karena itu, biasanya yang mau melayani itu orang yang betul-betul mau berkorban untuk kita semua,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bang Zul meminta masyarakat untuk patuh dalam menaati protokol kesehatan Covid-19. Termasuk, dalam pelaksanaan Pilkada, protokol kesehatan wajib untuk dilakukan.

“Mudah-mudahan dengan pola hidup sehat ini, NTB bisa kembali menjadi zona hijau dan normal kembali,” kata Gubernur. RUL

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

PDIP NTB ubah mindset Memakmurkan Masjid dengan Menanam Pohon Buah Produktif

12 Mei 2022 - 16:14 WITA

Masuk Lima Gubernur Berpotensi Maju Pilpres 2024, Miliki Kendaraan PKS, Pangi : Peluang Zulkiefimansyah Terbuka Lebar

10 Mei 2022 - 16:55 WITA

Eufhoria Mudik Buat Ekonomi Rakyat di Kampung Menggeliat

9 Mei 2022 - 17:14 WITA

TGB : Konvensi Rakyat Perindo Ikhtiar Perkuat Perjuangan Politik Inklusif

9 Mei 2022 - 17:10 WITA

Trending di Politik