Berbagi Berita Merangkai Cerita

SEBANYAK 41 Pokdarwis akan Percepat Kemajuan Pariwisata Lotim

0 8

SELONG,DS-Pesona wisata Lotim sebenarnya jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan daerah lain. Destinasi wisata di Gumi Selaparang ini 100% asli tanpa direkayasa. Ditambah kehadiran 41 Pokdarwis, hal ini akan menjadi langkah cepat menyongsong masa depan pariwisata yang berkeadilan.

Sebutlah beberapa diantaranya Rumah Adat Limbungan yang ada di Desa Perigi, Kecamatan Suela; seni-budaya yang ada di Sembalun dan destinasi wisata lannya. Karena itu, keterlibatan lebih intens dari Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang sudah ada di masing-masing desa sangat diharapkan.

Sebagaimana diamanatkan undang-undang nomor 10 tahun 2009, Pokdarwis merupakan satu kelompok yang dibentuk oleh masyarakat dalam rangka menyadarkan dirinya dan masyarakat akan pentingnya kepariwisataan, termsuk di dalamnya tersosialisasikannya Sapta Pesona.

Pokdarwis yang ada saat ini, kata Sekdis Dinas Pariwisata Lotim, Abdul Hakim, sangat diharapkan secara intens untuk terlibat menggali potensi ini. Keberadaannya berangkat dari kecintaan terhadap potensi SDA dan kearifan lokal setempat. Diyakini, aktivitas mereka penuh dengan ide dan perencanaan yang menyentuh pelestarian wisata yang pemanfaatannya bisa secara berkelanjutan.

“Keberadaan Pokdarwis kita sebagai yang terbesar di NTB. Kita mensuport kegiatan mereka, ada binaan untuk keberlanjutan aktivitasnya,” kata Abdul Hakim, sembari menambahkan bahwa, masih ada desa yang sesungguhnya punya aset bernilai wisata namun belum punya Pokdarwis. “Karena itu, kita dorong untuk pembentukan Pokdarwis bagi desa yang belum punya Pokdarwis,” imbuhnya.

Menurut Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata Lotim, Ahyak Mudin, SE., ada sejumlah 41 Pokdarwis di Lotim. Mereka dibina dalam upaya peningkatan kapasitas building SDM masyarakat umum maupun pelaku wisata (50 orang) lainnya, sehingga Paawisata dapat diterima oleh masyarakat luas.

“Kita sudah mengadakan pertemuan dengan Pokdarwis, pelaku wisata, para kepala desa, BPMPD dan Dinas Koperasi UKM. Sehingga ke depan para Pokdarwis yang ada dapat melakukan pengembangan diri yang didukung oleh Pemerintah Desa dengan juga dukungan lewat perkoperasian dalam binaan Dinas Koperasi,” katanya.

Pembinaan dan pelatihan juga diberikan kepada pemandu wisata (guide) sehingga baik Pokdarwis, pelaku wisata maupun pemandu wisata bersinergi dalam pengembangan usaha yang dikaitkan dengan Desa Wisata. Dalam pengembangannya nanti didukung oleh Pemdes, Dinas Pariwisata, BPMPD, dan Dinas Koperasi UKM serta adanya kerjasama Himpunan Pokdarwis dan institusi pariwisata lainnya.

Pokdarwis selain dengan kegiatan social, penyuluhan dan penyadaran kepada masyararakat, juga melakukan pengelolaan obyek wisata secara bersama-sama di lingkungannya. Ada juga yang mengemmbangkan diri dengan kegiatan atraktif atau daya tarik seperti sekolah alam, wisata alam, reboisasi, gerakan kebersihan, gerakan keamanan lingkungan.

Sementara itu, Lina Hidayati, Kasi Promosi Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lotim mengatakan, hal yang penting juga terkait pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan destinasi wisata. Keberadaan infrastruktur yang memadai akan membantu aktivitas Pokdarwis, pelaku wisata dan pemandu wisata dalam memperomosikannya.

“Jadi, untuk ke depan hal yang mendukung suksesnya promosi kepariwisataan adalah infrastruktur, sarana dan prasarana. Dinas Pariwisata dalam program ke depan, lewat promosi yang intens juga diikuti dengan terwujudnya infrastruktur, sarana-prasarana,” kata Lina kusmiardi

Leave A Reply