Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sebanyak 4.518 CJH NTB Siap Terbang ke Tanah Suci

0 16

MATARAM, DS – Sebanyak 4.518 orang calon jamaah haji (CJH) asal NTB direncanakan akan terbagi pada sepuluh kelompok terbang (kloter). Saat ini, ribuan CJH itu terpantau telah siap terbang menuju Tanah Suci Mekkah di Arab Saudi.

Sementara, sebanyak 455 CJH dari kloter Lombok Tengah, dipastikan akan menjadi yang pertama berangkat pada Selasa (17/7) malam.

Menariknya, Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB akan mulai memberlakukan sistem pemeriksaan terpadu di Asrama Haji NTB di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram. Sehingga, prosesi musim haji kali ini dirasa berbeda bila dibandingkan pelaksanaan musim haji tahun sebelumnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB Sirajuddin mengatakan, pemberlakukan pola baru, yakni sistem pemeriksaan terpadu di Asrama Haji dimaksudkan agar CJH merasakan kenyamanan.

Sebab, segala hal yang berhubungan dengan CJH, mulai dari paspor, kesehatan, rekam biometrik, hingga barang bawaan dilakukan di Asrama Haji NTB yang berada di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram.

“Dengan demikian, para CJH akan langsung masuk pesawat begitu tiba di Bandara Internasional Lombok. Sehari sebelum keberangkatan, para CJH diwajibkan berada dan menginap di asrama ini,” ujar Sirajudin menjawab wartawan, Selasa (17/7).

Pantauan wartawan pada Selasa (17/7) di Asrama Haji NTB di Lingkar Selatan, terlihat prosesi pemeriksaan berjalan tertib. Para CJH bersama barang bawaannya harus melewati mesin X Ray untuk diperiksa sebelum memasuki gedung utama Asrama Haji NTB. Gedung ini  menjadi titik kumpul sebelum menuju Bandara Internasional Lombok.

Selain itu, petugas bandara yang memeriksa menemukan sejumlah barang yang tidak diperkenankan dibawa. Seperti korek api, air mineral, hingga gunting.

Menurut Sirajuddin, pemeriksaan terpadu kali ini merupakan buah dari evaluasi musim haji sebelumnya. “Karena sesuai evaluasi kita, ini konsep betul-betul seperti ruang tunggu bandara,” kata dia, kemarin.

Pengalaman sebelumnya, kata Sirajuddin, proses pemeriksaan barang bawaan di bandara membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal tersebut membuat banyak CJH yang harus mengantre di dalam bus menunggu giliran. “Kalau pakai pola lama yang paling riskan itu rombongan akan menunggu sampai bus terakhir, itu kan panjang dan lama sementara bus tidak tersedia toilet, makanya kita ubah untuk di ruangan ini, ada toilet dan AC,” jelasnya.

Selain pemeriksaan barang bawaan, Asrama Haji NTB juga memberlakukan pemeriksaan kesehatan terakhir. Dia menjelaskan, sebelum tiba di Asrama Haji NTB, para CJH sudah menjalani pemeriksaan kesehatan di tingkat kabupaten/kota.

Sirajuddin mengakui, para CJH juga harus menjalani proses rekam biometrik di Asrama Haji NTB sebelum terbang. Proses ini memberikan sejumlah kemudahan bagi para jamaah begitu tiba di Tanah Suci. “Jadi begitu sampai Madinah, enggak perlu pemeriksaan (lagi) karena sudah terkoneksi. Pengalaman sebelumnya jamaah sampai lima jam nunggu di sana,” ungkap dia.

Sejumlah perubahan dalam pelayanan haji mendapat sambutan positif dari para CJH. Zaenudin Hambali (70) mengaku gembira dengan pelayanan seperti ini. Menurutnya, hal ini tidak membuat para jamaah lama-lama menunggu di bandara. “Ya lebih enak sekarang ketimbang dulu katanya ngantre panjang, dan banyak menunggunya,” ucap Zaenudin.

Zaenudin mengaku sudah tidak sabar menuju Tanah Suci. Ia yang berangkat seorang diri sudah menunggu delapan tahun untuk bisa beribadah haji. “Semoga lancar-lancar saja dan bisa beribadah dengan nyaman,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply