Sebanyak 3 .000 Lebih Masyarakat Lotim Terdata Sebagai OTG

2 min read

SELONG,DS- Belakangan ini masyarakat mulai akrab dengan istilah ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pemantauan), Social Distancing (Jaga Jarak), Lockdown (Penutupan Akses). Istilah-istilah tersebut kerap di baca maupun di dengar untuk hal-hal yang berkaitan dengan corona virus. Dan, kini kembali muncul istilah baru, yakni OTG (Orang Tanpa Gejala).

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lombok Timur, dr. Hasbi Santosa, Senin (30/03/2020), OTG merupakan kategori bagi masyarakat yang baru datang dari luar daerah maupun luar Negeri. Masuknya warga yang baru pulang kampung tersebut ke dalam kategori OTG bertujuan untuk mempermudah pendataan masyarakat guna mencegah masuknya Covid-19 dari luar.

“Baik yang terjangkit atau tidak terjangkit, itu kita masukkan dalam kelompok OTG. Yang kami perlukan adalah data. Sehingga, untuk masuk ke ODP, kami sudah tahu,” jelasnya.

Masyarakat yang masuk dalam kategori OTG ini tidak perlu penindakan apapun. Hanya melalui pendataan dan proses isolasi diri dengan tidak berkeliaran selama 14 hari.

Namun, jika dalam masa tersebut OTG mengalami demam ataupun gejala sakit lainnya, diharapkan segera melapor ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat.

“Apabila ada demam, sakit menelan, silahkan dilaporkan kepada pihak Puskesmas. Untuk kita memeriksa untuk dinaikkan statusnya menjadi ODP,” ujarnya.

OTG ini disebutkannya jumlahnya sangat banyak. Sehingga dibutuhkan dukungan dukungan dari jenjang pemerintahan terbawah agar dapat terdata secara akurat. Terlebih, dalam waktu dekat gelombang kepulangan TKI diprediksi akan terjadi secara masif.

Dari data yang ada pada Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, diketahui jumlah OTG di Lombok Timur telah mencapai 3.083 jiwa.

“Kami sangat butuh dukungan hingga Kepala Lingkungan/ Kepala Dusun, Kepala Desa, Bapak Ibu Camat, dan jajaran” harapnya.dd

Tinggalkan Balasan