A place where you need to follow for what happening in world cup

Sebanyak 246 Anak NTB Kehilangan Orangtua akibat Covid 19 Perlu Bantuan

37

Mataram, DS-Sebanyak 246 orang anak kehilangan orangtua akibat Covid 19. Mereka menjadi yatim, piatu dan yatim-piatu. Diperlukan uluran tangan  berupa dana tunai (beasiswa), bantuan nutrisi, dukungan psikososial dan penguatan kapasitas anak dan keluarga.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak NTB, H.Sahan, SH, Selasa (12/10), memaparkan pandemi Covid-19 telah menghantam banyak aspek kehidupan masyarakat, baik bagi mereka yang terjangkit, maupun pengaruh kerugian ekonomi dan psikis anak-anak. Data Dinas Sosial Provinsi NTB  per bulan September menemukan sebanyak 246 orang anak kehilangan orangtua akibat Covid 19, di antaranya perempuan 115 orang dan laki-laki sebanyak 131 orang.

“Menjadi seorang anak dan remaja adalah hal yang tidak mudah, dan penyakit coronavirus bisa membuatnya semakin sulit. Banyak remaja kehilangan beberapa momen besar di kehidupan mereka — dan juga momen keseharian seperti mengobrol dengan teman dan berpartisipasi di kelas,” urainya.

Mengutip  data IDAI NTB, per 1 Agustus 2021  tercatat 1.736  anak terkonfirmasi positif covid -19 di NTB, dengan 27 di antaranya meninggal dunia (usia 0-5 tahun 20 orang, usia 6-12 tahun 2 orang dan usia 13-18 tahun sebanyak 5 orang) dan 1.163 orang anak dinyatakan sembuh.

Data anak terdampak Covid 19. Sumber data : IDAI NTB, 1 Agustus 2021

Data-data tersebut mengindikasikan bahwa dampak buruk pandemi Covid 19 secara otomatis berkontribusi pada meningkatnya jumlah kelompok anak rentan. Oleh karena itu, kata dia, anak-anak yang terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung akibat Covid 19 harus menjadi perhatian utama sebagaimana mereka memiliki hak yang melekat pada dirinya.

Sahan memaparkan pemangku kepentingan:  pemerintah dan  masyarakat perlu bersama-sama mengupayakan  adanya  sistem perlindungan anak yang integratif  untuk pencegahan mewabahnya covid 19 terhadap anak beserta dampak ikutannya.

“Pandemi Covid 19 sangat dirasakan dampak negatifnya terhadap anak-anak, seperti mengalami kekerasan, pengabaian hak, menurunnya akses pendidikan, tekanan ekonomi, tekanan psikologi dan sampai pada hilangnya kasih sayang dari orangtua yang meninggal karena Covid,” cetusnya.

Ia mengatakan anak korban pandemi Covid 19, terutama anak yatim, piatu dan anak yatim piatu itu sangat memerlukan dukungan dana untuk biaya nutrisi, beasiswa serta dukungan psikososial.

Hal itu bertujuan memulihkan psikologi anak agar dapat  segera melakukan interaksi sosial secara nyaman dan tercapainya penguatan kapasitas bagi keluarga dan anak yatim, piatu dan yatim-piatu tersebut. ian

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas