Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sebanyak 107 Ribu Warga NTB Peroleh Kartu Prakerja Selama 2020

26

FOTO. Kepala Disnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi (kiri) saat mendampingi Gubernur Zulkieflimansyah saat pembukaan pelatihan berbasis kompetensi Balai Latihan Kerja Dalam dan Luar Negri NTB tahap II tahun 2021 di BLK Provinsi di Dasan Cermen. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Sebanyak 107.100 orang warga NTB tercatat telah menerima Kartu Prakerja yang menjadi program unggulan Presiden Joko Widodo tersebut selama tahun 2020.

Terpantau, sejak diluncurkan pada bulan April 2020 hingga kini, Kartu Prakerja, telah mampu menjadi satu-satunya program Pemerintah yang masuk Top 10 Penelusuran Terpopuler oleh masyarakat.

“Berdasarkan laporan manajemen pelaksana program Kartu Prakerja 2020, yang dirilis pada website Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, disebutkan bahwa jumlah penerima kartu prakerja selama tahun 2020 sebanyak 5,5 juta orang tersebar di seluruh daerah di Indonesia,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi, Kamis (20/5).

Menurut dia, dari jumlah penerima kartu prakerja tersebut, warga NTB yang tercatat sebagai penerima manfaat kartu prakerja sebanyak 107.100 orang.

“Namun demikian, meski sudah menerima kartu prakerja, dalam data yang ada belum secara spesifik menyebutkan jenis kelamin, kelompok umur dan jenis pelatihan yang diikuti oleh para penerima kartu prakerja,” kata Gede.

Ia menegaskan, bahwa berdasarkan Perpres 76/2020, tujuan program kartu prakerja adalah mengembangkan kewirausahaan, mengembangkan kompetensi angkatan kerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing angkatan kerja.

Sedangkan, syarat penerima kartu prakerja adalah warga negara indonesia (WNI) yang berusia minimal 18 tahun, tidak sedang mengikuti pendidikan formal, pencari kerja, dan atau pekerja atau buruh terkena PHK. Pekerja atau buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja (termasuk pekerja atau buruh yang dirumahkan dan pekerja bukan penerima upah, termasuk pelaku usaha mikro kecil).

“Diprioritaskan yang terdampak Covid-19 dan belum menerima bantuan sosial selama pandemi Covid-19,” ucapnya.

Untuk pendaftaran, lanjut mantan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB ini, akan dilakukan secara daring dan luring.

“Pendaftaran luring dilakukan apabila ada keterbatasan infrastruktur telekomunikasi dan kebijakan pusat. Demikian juga pelatihan dilakukan secara daring dan luring. Namun selama masa pandemi, pelatihan hanya secara daring,” ujar Gede.

Lebih lanjut Gede menyebutkan, ada delapan jenis pelatihan yang paling diminati oleh para penerima kartu prakerja, di antaranya penjualan dan pemasaran meliputi strategi penjualan dan pemasaran digital.

Selanjutnya, gaya hidup seperti membuat masker dan teknik tata rias. Belajar bahasa asing (bahasa Inggris). Makanan dan minuman antara lain teknik memasak, membuat kue, dan Blbarista. Manajemen yaitu bisnis rumahan/UMKM.

Kemudian, keuangan meliputi pelatihan perencanaan keuangan dan kursus akuntansi dasar. Pelatihan sosial dan perilaku seperti komunikasi dan sukses wawancara kerja serta berbagai ragam pelatihan dibidang teknologi informasi dan desaign grafis.

“Untuk besaran total manfaat Kartu Prakerja ini adalah Rp3,55 juta terdiri dari bantuan pelatihan Rp1 juta, insentif pasca pelatihan total Rp2,4 juta selama 4 bulan masing masing Rp600 ribu per bulan dan insentif pasca survei sebesar Rp150 ribu,” tandas Gede Putu Aryadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.