Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

SD Terdampak Gempa Masih Terabaikan, Dikbud Lotim Harapkan Respon Pusat

6

SELONG, DS – Sejumlah sekolah yang rusak oleh gempa yang terjadi di Lombok pada tahun 2018 lalu, hingga saat ini belum mendapat perhatian pemerintah. Demikian keluhan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, H. Abasti, saat ditanya wartawan, Selasa (30/06/2020), terkait adanya sekolah terdampak gempa gempa yang masih dalam kondisi rusak berat.

Menurut Abasti, seluruh sekolah yang terkena gempa pada tahun 2020 lalu sudah diusulkan pihaknya untuk mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Namun, hingga saat ini usulan yang diajukan tersebut belum mendapat tanggapan dari pemerintah pusat.

“Yang di Labuhan Lombok, berapa yang kena gempa. Sampai saat ini belum ada. Dan itu tidak sedikit kelas. Sembilan kelas. Belum ada penaganan. Pusat yang tidak respon,” tutur Abasti.

Alih-alih menggelontorkan bantuan untuk sekolah-sekolah terdampak gempa, pemerintah pusat justru memberikan bantuan pada sekolah-sekolah yang tergolong masih layak ditempati. Dari usulan yang diajukan pada tahun 2019 lalu, yang mendapatkan bantuan untuk pembangunan baru maupun renovasi dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sebanyak 112 Sekolah Dasar (SD).

“Tahun 2020 sebanyak 112 SD dapat DAK. Baik renovasi ataupun pembangunan baru,” ungkapnya, sembari menyebut pihaknya telah mengusulkan seluruh sekolah terdampak gempa kepada Pemerintah pusat.

Kepala Seksi (Kasi) Sarana, Sabirin, yang mendampingi Kabid Dikdas pada hari itu, mengamini pernyataan atasannya. Ia pun menyampaikan harapan agar alokasi DAK diberikan oleh pusat dengan menetapkan skala prioritas bagi sekolah di Lombok Timur yang terdampak gempa.

Sabirin menilai, pemerintah pusat hanya berpatokan pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) masing-masing sekolah. Tidak mempertimbangkan kondisi gambar sekolah yang turut dikirimkannya.

“Dilihat dari dapodik itu. Sudah lengkap kita kirimkan dengan gambarnya. Padahal kita dilapangan. Kita inginnya orang pusat yang turun. Supaya jelas,” pungkasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.