Berbagi Berita Merangkai Cerita

Satu Nafas PDIP NTB untuk Megawati Jadi Ketua Umum 2019-2024

0 117

MATARAM, DS – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) NTB mengusung kembali nama Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Umum PDI P periode 2019-2024. Hal itu sesuai dengan hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDI Perjuangan NTB yang dilakukan di dua wilayah Pulau di NTB. Yakni, DPC PDIP se-Pulau Sumbawa di Sumbawa pada Senin (24/6) dan DPC PDIP se-Pulau Lombok, Rabu (26/6) di Kantor DPD PDIP NTB di Mataram.

“Aspirasi yang datang dari ranting, kecamatan hingga kabupaten dan kota di NTB disepakati nama Ibu Megawati kembali diusung menjadi ketua umum PDIP. Ini kita kader di NTB satu nafas seluruhnya,” ujar Sekretaris DPD PDIP NTB, HM. Husni Djibril pada wartawan, Sabtu (29/6).

Bupati Sumbawa itu menyebutkan nama Megawati diusung kembali karena sosoknya dianggap mampu membawa PDI Perjuangan berkibar di pentas partai nasional. Di tangan Megawati, PDI Perjuangan telah sukses memenangi Pemilihan Legislatif (Pileg) tiga kali tahun 1999, 2014, dan 2019. “Dua kali memenangi Pileg secara berturut-turut setelah reformasi adalah sebuah sejarah dan hal itu dilakukan Ibu Megawati,” kata Husni.

Ia menyebutkan pengusungan nama itu akan dibawa ke Kongres PDI Perjuangan pada 8 Agustus 2019 mendatang. Kongres itu dipercepat satu tahun sebelum masa kepengurusan habis pada tahun 2020 nanti.

Menurut Husni, DPD PDI Perjuangan di 34 provinsi juga telah sepakat mengusung kembali nama Megawati Soekarno Putri menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan.

Hitungan Menit
Selain itu. Ia menjelaskan, pelaksanaan rakerda PDIP di dua wilayah di NTB itu hanya berlangsung hitungan menit saja. Itu menyusul, kader PDIP taat azas dan patuh pada aturan partai. “Untuk Ketua DPD PDIP NTB, dikukuhkan aklamasi adalah Pak Rachmat Hidayat, sedangkan pengganti saya selaku Sekretaris DPD adalah Lalu Budi Suryata, kini Ketua DPRD Sumbawa. Sementara, Bendahara ditetapkan tetap pak Edy Sukmono,” jelas Husni.

Ia menuturkan, dipilihnya Lalu Budi Suryata tidak lain karena pertimbangan kewilayahan. Dimana NTB terdiri dari dua pulau. Sehingga, Lalu Budi mewakili aspirasi masyarakat di wilayah Pulau Sumbawa sangat cocok mendampingi Rachmat yang mewakili tokoh Pulau Lombok.

“Tentunya, saya juga yang mengajukan nama Lalu Budi itu sebagai pengganti saya. Karena, faktor usia dan syukurnya pak Rachmat dan para kader PDIP di NTB sangat memahami kondisi fisik saya, apalagi sebentar lagi ada Pilkada Sumbawa, sehingga partai menghendaki saya bisa fokus merebut kembali kursi bupati Sumbawa untuk kali kedua,” tandas Husni Djibril. RUL.

Leave A Reply