Berbagi Berita Merangkai Cerita

Satgas Lahan Bermasalah Mulai Turun Cek Tanah Warga di Areal Sirkuit Mandalika

1.544

FOTO. Ketua Tim Satgas Teknis dan Taktis Penyelesaian Lahan Bermasalah KEK Mandalika Kombes Pol Awan Hariono saat melakukan pengukuran titik kordinat di areal Sirkuit MotoGP Mandalika. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Tim Satgas Teknis dan Taktis Penyelesaian Lahan Bermasalah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika turun mengecek tanah warga di Sirkuit Mandalika.

Tim teknis yang terdiri dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengukur titik koordinat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) 22 di Dusun Ebunut. Kemudian HPL 48 di Dusun Ujung Lauq, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Pengukuran titik koordinat yang dilakukan tim satgas bersama perwakilan warga dilakukan sejak Selasa (7/9) hingga Kamis (9/9). Bahkan, rapat berlanjut di Puri Rinjani Kuta, di Kawasan Mandalika.

Pertemuan itu dihadiri Ketua Tim Satgas Teknis dan Taktis Penyelesaian Lahan Bermasalah KEK Mandalika Kombes Pol Awan Hariono,Kepala Kesbangpoldagri NTB Lalu Abdul Wahid, Wadir Intelkam Polda NTB AKBP Gunawan. Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hery Indra Cahyono. Sedangkan pihak ITDC diwakili tim legal hukum Rizal Sugiono. Selain itu, Kadus Ebunut Rahmat Panye, Kadus Ujung Lauq Abdul Mutalib dan ketua LSM Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM) beserta anggota.

Ketua Tim Kombes Pol Awan Hariono mengatakan, pengukuran titik koordinat dilakukan tim BPN. Pengukuran dimulai dari tanah milik Amaq Wati atau Damar seluas 2,5 are.

Penentuan titik-titik koordinat lengkap dengan batas-batas dan keterangan bangunan di masing-masing lahan,” ujar Kombes Pol Awan Hariono.

Usai pengukuran di HPL 22, tim melanjutkan pengukuran ke HPL 48, di Dusun Ujung Lauq Desa Kuta dimulai dari lahan milik Rumpuk alias Jaka seluas 40 are. Lahan tersebut merupakan tanah waris dari orang tua atas nama Ahyar alias Rumpuk, dengan sporadik tahun 2018, SPPT 2020.

Kemudian lahan Adi alias Rahib seluas 55 are. Lahan milik Lalu Abdul Kadir Jaelani seluas 16 are, peninggalan orang tua atas nama Baharudin dengan bukti kepemilikan sporadik tahun 2015 dan SPPT. Di lahan itu berdiri rumah permanen.

”Setelah pengukuran dan penentuan titik koordinat di HPL 48, dilanjutkan konsolidasi di Puri Rinjani,” jelas Awan Hariono.

Awan Hariono menjelaskan, penentuan titik koordinat di HPL 22 dan HPL 48 dari tim teknis melibatkan Kesbangpoldagri NTB dan LSM SWIM. Juga menyertakan pemilik dan ahli waris. Tujuannya sebagai dasar pelaksanaan tahapan verifikasi dan klarifikasi sehingga akan diketahui status lahan tersebut menjadi milik ITDC atau masyarakat.

SWIM diikutsertakan dalam giat tersebut mengingat pengklaim lahan merupakan bagian dari anggota SWIM yaitu Damar dan Abdul Mutalib.

Bila hasil verifikasi dan klarifikasi masih sama dengan verifikasi tahap I — di mana status lahan tersebut sudah menjadi hak milik PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) — warga tidak perlu khawatir, karena mereka masih bisa meminta dana tali asih ke perusahaan.

”Dimungkinkan masyarakat yang ada di HPL 22 dan HPL 48 akan meminta dana tali asih,” papar Awan Hariono.

Dari hasil penentuan titik koordinat di HPL 22 dan HPL 48, kata Awan Hariono, kemungkinan akan berbeda luas dengan yang disampaikan masyarakat. Karena, pada sporadik yang dimiliki, luas lahan berdasarkan perkiraan.

Kombes Pol Awan Hariono juga meminta agar Tim Satgas KEK melakukan patroli rutin di Kawasan HPL tersebut beserta Babinkamtibmas melakukan pendekatan terhadap masyarakat.

“Kami imbau masyarakat agar bersabar menunggu hasil penentuan titik koordinat,” tegas dia.

Lahan yang diukur selanjutnya, lahan milik Gunatif alias Amaq Rinasih seluas 33 are. Berikutnya, Amaq Maje alias Amaq Ikim seluas 20 are. H Milaya alias Amaq Duati seluas 18 are. Selanjutnya, Amaq Karnim alias Karni seluas 33 are. Lahan milik Damar seluas 11,5 are. Abdul Latif alias Amaq Riasi seluas 11,5 are. Menyusul, lahan H Wirentane alias Tuan Rus seluas 22 are. Berikutnya, Amaq Milis seluas 20 are, dan lahan milik Abdul Latif seluas 2,5 are. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.