Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sapras RSUD di Pulau Sumbawa Memprihatinkan, Kabid Humas Polda Ajak Bombardir Berita Hoaks

18

FOTO. Direktur RSUD Provinsi NTB dr. H.Lalu Herman Mahaputra (kanan) didampingi Kadis Kominfotik NTB Najamuddin Amy (tengah) dan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (kiri) saat menjadi narasumber webinar secara virtual zoom meeting di Kantor Bidang Statistik Diskominfotik NTB, Kamis Petang. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H.Lalu Herman Mahaputra, mengaku prihatin atas kesiapan rumah sakit, baik milik pemerintah dan swasta dalam penanganan pasien Covid-19 di Pulau Sumbawa yang kini angkanya terus melonjak.

Menurut Dokter Jack, dari kunjungannya ke sejumlah RSUD yang dikelola lima Pemda di Pulau Sumbawa, hampir mayoritas sarana dan prasana (Sapras) sangat tidak representatif.

Parahnya, di RSUD Kabupaten Dompu dan RSUD Kabupaten Bima, justru alat ventilator dan oksigennya sangat tidak memadai.

“Jadi, kondisi di seluruh RSUD di Pulau Sumbawa menjadi catatan kami untuk kita lakukan perbaikan, karena jika tidak kita sikapi maka kita khawatir pelayanan pada pasien Covid-19 tidak bisa terlayani dengan baik,” kata Lalu Herman Mahaputra saat menjadi narasumber webinar secara virtual zoom meeting di Kantor Bidang Statistik Diskominfotik NTB, Kamis Petang (15/7).

Menurut Dokter Jack, kenaikan angka kasus Covid-19 di wilayah NTB menjadi perhatian serius pihaknya. Oleh karena itu, ia terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah RSUD baik swasta ke pemerintah terkait kesiapan kamar dan Saprasnya.

Bahkan, lanjut dia, pada Sabtu (17/7) mendatang pihaknya bersama Asosiasi Rumah Sakit di NTB akan turun ke wilayah Kabupaten Bima untuk menuntaskan kekurangan Saprasnya.

“Insya Allah, penanganan fasilitas dan Sapras di RSUD di Pulau Sumbawa akan kita tangani secara komprehensif. Dan pastinya, kekurangan itu akan kita selesaikan dengan secepatnya,” ujar Dokter Jack.

Dari hasil pengecek kesiapan dan penanganan ke RSUD di Pulau Sumbawa, kata dia, telah ditemukan strategi penanganan. Yakni, akan diatur dua pembagian titik koordinasi.

Teknisnya, di Kabupaten Sumbawa yang dilayani oleh RSU Rujukan Provinsi Manambai Abdul Kadir akan melayani RSUD KSB dan Dompu. Sedangkan, RSUD Bima akan melayani RSUD Dompu dan Kota Bima.

“Nanti, angka keterisian tempat tidur untuk Covid-19 yang semakin meningkat, kita akan dorong ada dibuat RS Darurat di wilayah Pulau Sumbawa. Yakni, hotel dan Badan Diklat akan kita sulap untuk merawat pasien yang berstatus OTG dan bergejala ringan,” jelas Dokter Jack.

“Intinya, langkah preventif dan keroyokan untuk menekan penyebaran Covid-19 serta para pasien akan jadi fokus yang kita genjot untuk ditangani dengan serius,” sambungnya.

*Lawan Hoaks

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto meminta pada jurnalis dan semua pihak untuk melawan penyebaran Covid-19 dengan melawan berita Hoaks yang kini merajalela dan meresahkan masyarakat.

“Jadi, menekan berita hoaks adalah dnegan memperbanyak konten kreatif serta berita yang bersifat positif. Disini tugas kita bersama untuk memborbardir bagaimana berita positif yang berseliweran di media sosial,” kata Artanto.

Hanya saja, Artanto, mengingatkan jika berita hoaks itu sudah sulit ditangkal. Maka pilihan tegas dengan memeroses para penyebarnya akan dilakukan pihak kepolisian dengan tegas.

“Yang penting kamu sudah ingatkan, jika kelewatan menyebarkan konten dan berita hoaks yang berlebihan dan membuat masyarakat kian panik. Jadi, jangan salahkan jika tindakan hukum akan kita kenakan kepada para penyebarnya,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.