Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sampel Baru Dikirim ke Laborotorium di Surabaya, Pemprov Bantah Pasien Meninggal Dunia di RSUD Bima Terjangkit Virus Corona

0 20

MATARAM, DS – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Gede Putu Aryadi MH menegaskan, pasien di RSUD Bima yang meninggal pada Kamis (19/3) dini hari sekitar pukul 01.38 Wita, bukan masuk katagori suspect virus corona.

Menurut Gede, pihaknya perlu merluruskan kabar yang kini berhembus di media sosial (Medsos) jika pasien berjenis kelamin perempuan dan berusia diatas 30 tahun itu bukan terindifikasi suspect virus corona.

“Bagaimana mungkin seseorang bisa divonis kayak gitu (suspect corona), orang sampel swabnya baru dikirim untuk diuji di laboratorium Surabaya pagi tadi,” ujar Gede menjawab wartawan, Kamis (19/3).

Ia mengaku, pasien yang berprofesi ibu rumah tangga yang dirawat di RSUD Bima itu masuk pada hari Rabu (18/3) sekitar pukul 10.30 Wita. Sebelumnya, ia diantar suaminya pulang dari Tanggerang, Provinsi Banten.

“Menurut informasi pak Kabag Humas Bima, pasien ini mengeluh batuk dan nyeri tenggorakan. Dimana, pasien itu sempat pula dirawat di RSUD Dompu sebelum dibawa ke RSUD Bima untuk dirawat secara intensif,” kata Gede.

“Jadi, karena ia merupakan pasien rujukan maka posisinya di isolasi di RSUD Bima. Jadi enggak benar kalau dia terindikasi suspect virus Corona atau COVID-19,” sambungnya.

Gede menuturkan, dari rekam medis yang diperolahnya dari informasi Kabag Humas Pemkab Bima sesuai penuturan pihak keluarganya, maka pasien ini sudah lama menderita penyakit batuk dan nyeri tenggorakan.

“Sehingga, statusnya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP). Makanya, penangananya harus di isolasi di kamar khsusus di RSUD Bima,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply