Sampah, Tantangan Terbesar Pariwisata NTB

Dr.Sri Susanti

Mataram, DS-Provinsi NTB memiliki potensi wisata alam yang sudah dikenal luas di mata dunia, baik kawasan pesisir maupun pegunungan . Namun, dibalik kekayaan itu terdapat sejumlah kendala yang menjadi tantangan di tahun 2024, yakni kebersihan dan keamanan.

Hal itu dikemukakan dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Dr.Sri Susanti, Senin (15/1), berkaitan dengan modal terbesar NTB di sektor pariwisata. Kata Susanti, sudah bukan rahasia NTB punya daya tarik wisata alam yang memesona.

Ia mengatakan literasi masyarakat NTB khususnya Lombok adalah wisata alam. Kendati memiliki wisata budaya yang kaya — karena daerah tetangga Bali dikenal dengan pariwisata budayanya — alam yang indah lebih tepat menjadi branding pariwisata NTB.

Susanti menyebut Trawangan, Sembalun dan Mandalika yang karena ketenarannya memberi dampak luas bagi perekonomian masyarakat. Akan tetapi hal itu semua masih terkendala manajemen pengelolaan destinasi wisata yang lemah. Disebut lemah, sering kali sampak tidak terkelola dengan baik.

Jika saja destinasi wisata dikelola laksana resort, bukan tidak mungkin masalah kebersihan akan teratasi. “Karena dari aksesibilitas sudah tidak ada masalah di Lombok.Hanya sampah dan keamanan,” katanya seraya menambahkan berbagai pihak mesti berkolaborasi mengatasinya.

Program zero waste yang digadang pada masa pemerintahan Zul Rohmi belum memberi dampak signifikan jika tidak diterapkan di tingkat masyarakat. Susanti menilai tepat jika penerapan masalah kebersihan ini diutamakan di destinasi wisata mengingat kebersihan di areal ini akan mudah memberi pengaruh.

Menurut Susanti, sampah yang berserakan bukan disebabkan oleh masyarakat setempat, melainkan condong dilakukan pengunjung. “Alasannya ada petugas kebersihan yang akan membersihkannya,” kata Susanti terkait asumsi masyarakat.ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.