Berbagi Berita Merangkai Cerita

Salah Input, Banyak IG Kemenag Lotim Tak Cair Karena Tertolak Sistem KPPN

49

SELONG, DS – Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur menyebut masih banyak guru yang belum menerima insentif guru (IG). Dikarenakan, adanya masalah dalam proses penginputan data.

Kasi pendidikan madrasah (Penmad) Kemenag Lombok Timur, Zainul Arqom menjelaskan, terdapat ratusan guru yang belum menerima IG. Hal ini dikarenakan kesalahan pada guru itu sendiri yang menginput nama tidak sesuai dengan nama pada rekening yang dimilikinya.

Karena kesalahan tersebut, nama-nama yang diajukan otomatis tertolak oleh sistem yang ada pada Kantor Pelayan Perbendaharaan negara (KPPN) Selong.“Penginputan nama guru ini kan perlampiran. Jadi, kalau salah satu saja, semua kena imbasnya,” kata dia.

Dikatakan oleh Akrom, permasalahan kesalahan input data terjadi ketika mulai dialihkannya bank tujuan penyaluran IG, dari Bank NTB ke BRI. Banyak guru yang mengabaikan himbauan Kemenag untuk membuat rekening baru pada bank tujuan transfer. Malah menggunakan rekening lama yang tidak berlaku.

“Permasalahan lain, namanya banyak yang salah. Tidak sama dengan nama yang di rekening. Nama di rekening kan sesuai KTP, tidak pakai gelar. Tapi yang diajukan pakai gelar,” tutur dia.

Nama-nama yang bermasalah tersebut terpaksa dieliminir, agar hak guru lain dapat segera dicairkan.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Kantor Pelayan Perbendaharaan negara (KPPN) Selong, Endah Proborini tak menampik adanya IG yang belum ditransfer ke rekening guru. Dijelaskannya lebih lanjut, jika data yang diajukan tidak tertolak sistem, maka IG tersebut otomatis dapat dicairkan.

“Yang paling banyak masalah yang kita hadapi, banyak rekening yang mati, nama tidak sesuai. Sehingga, secara otomatis sistem kami menolak,” jelas Endah.

Ia pun meminta Satuan Kerja (Satker) untuk menginput data yang tidak tertolak oleh sistem. Agar permasalahan tidak tercairkannya IG, tidak terjadi lagi.

“Kita sudah melakukan komunikasi dengan pihak Kemenag untuk mengumpulkan semua jajaran yang ada. Dengan harapan kedepan tidak ada lagi nama yang ditolak oleh sistem,” ujarnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.