Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sah, Nasruddin Terpilih Aklamasi Jabat Ketua PWI NTB

0 26

LOTIM, DS – Nasrudin Zain (RRI) dan H. Ismail Husni (Lombok Post) masing-masing terpilih secara aklamasi sebagai ketua PWI NTB dan Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) periode 2020–2025 dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI NTB periode 2020-2025 yang digelar di Hotel Green Orry Inn Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (29/3).

Nasrudin menjadi calon tunggal setelah hingga batas akhir pendaftaran saat hari H Konferprov tak ada calon lain yang mendaftar. Padahal awalnya, H. Rudi Hidayat (Lombok Post TV) dan Jamhur (Tribun Sumbawa) menyatakan kesiapannya bakal bersaing dengan Nasrudin dalam Konferprov kali ini.

Usai terpilih secara aklamasi, Nasrudin mengatakan, pola kemitraan antara kalangan pers dengan stake holder lainnya akan terus dikedepan pihaknya. Apalagi, ekosistem pers yang sehat itu akan bisa terjaga manakala wartawannya memikiki sikap profesionalisme.

“Ekosistem pers yang sehat adalah pers yang fokus bukan mencari-cari kesalahan. Namun pers itu harus berperan dalam menghidupkan 4 pilar kehidupan ditengah-tengah masyarakat, sehingga kemitraan yang diharapkan akan bisa tetap dijalankan,” ujarnya, kemarin

Menurut mantan Plt Ketua PWI NTB itu, keberdaan kantor sekretariat yang representatif sesuai pakta integritas yang diharap para senior PWI dan tokoh pers NTB H. Ismail Husni akan terua diupayakan. “Insya Allah sesuai arahan senior PWI agar Sekretariat PWI NTB bisa diadakan akan coba kita gagas dalam dua tahun kepengurusannya. Ini pun tentunya, butuh bantuan daripada seluruh anggota PWI dan elemen stake holders lainnya,” kata Nasrudin.

Sebelumnya, Pengurus PWI Pusat Ahmad Munir yang berkesempatan hadir mengaku, jika Konferprov merupakan kegiatan rutin organisasi guna memilih pengurus PWI baru khususnya jajaran Ketua dan Sekretarisnya. Menurut dia, Konferprov ini penting dan strategis untuk memastikan ekositem pers di NTB dapat berjalan baik kedepannya.

“Pekerjaan rumah kita saat ini. Yakni, masih banyak perusahaan pers yang belum sehat. Itu karena, sangat mudah sekali orang-orang mengaku jurnalis. Padahal kemampuan kompetensinya mereka tidak punya,” tegasnya.

“Sekarang itu, ada preman, bekas tukang ban dan tukang becak mengaku menjadi wartawan. Itu banyak dimana-dimana. Ini bagian dari pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan,” sambung Munir.

Ia meminta pengurus PWI NTB yang baru harus secepatnya melakukan dua hal yakni, standarisasi perusahaan pers dan sertifikasi wartawan. “Minimal, perusahan pers selain terdaftar di dewan pers juga memiliki perangkat yang kuat. Diantaranya, pimpinan redaksi (Pemred) sudah masuk katagori kelas utama, dan perusahaan dapat menggaji sesuai UMR. Bahkan, ada jenjang karir, jaminan sosial dan kesehatan pada karyawanya,” ungkap Munir.

Ia menuturkan, saat ini, ada sekitar 500 perusahaan online yang sudah terverifikasi dari total sebanyak 43 ribu perusahaan. Kondisi serupa juga terjadi pada media cetak yakni, dari ribuan media cetak saat ini, yang sudah terverifikasi layak hanya sekitar 500 perusahaan media cetak di Indonesia.

“Jumlah ini jelas masih jauh panggang dari api. Disinilah fungsi PWI hadir untuk menyangga dewan pers terkait pengawasan terhadap regulasi yang ada. Apalagi, PWI ini adalah satu-satunya organisasi pers di Indonesia yang memiliki keanggotan paling lengkap yang tersebar di semua wilayah di Indonesia. Termasuk di NTB,” tandas Ahmad Munir.

Konferprov PWI NTB 2020 yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari dihadiri Karo Humas Setda NTB Najamuddin Amy, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. M. Juaini Taufik dan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto.

Dalam sambutannya, Karo Humas Pemprov NTB Najamuddin Amy menyampaikan salam hormat Gubernur Zulkieflimansyah yang tidak bisa hadir, lantaran ada kegiatan kedinasan di Jakarta. Meski demikian, pemprov mendukung demokrasi bekercedasan yang digaungkan oleh kalangan pers dalam pemberitaannya selama ini.

“Bagi kami, demokrasi yang perlu itu adalah demokrasi yang banyak belajar tiap harinya. Sehingga, masyarakat menjadi cerdas kedepannya. Manfaatnya, program pembangunan yang kita rintis akan bisa menyentuh dan diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandas Najamuddin. RUL.

Leave A Reply