Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ruslan akan Pindahkan Ibukota Provinsi ke Praya

4.783

//FOTO. Anggota DPRD NTB dapil Lombok Tengah Selatan, H. Ruslan Turmudzi (dua kanan) saat bertemu para kader, PAC PDIP se-Kabupaten Lombok Tengah di kantor DPC PDIP Loteng (FOTO. Rul)

MATARAM, DS – Anggota DPRD NTB dapil Lombok Tengah Selatan, H. Ruslan Turmudzi menilai, pemindahan ibu kota Provinsi NTB dari Kota Mataram ke Praya di Kabupaten Lombok Tengah, sangat layak. Jika merujuk geografis, maka Lombok Tengah berada di tengah-tengah Pulau Lombok. Selain itu, sejumlah pembangunan nasional juga dipusatkan pemerintah pusat dan provinsi di Lombok Tengah di antaranya KEK Mandalika.

Bahkan, kini pembangunan Rumah Sakit Internasional Mandalika juga berada di wilayah Lombok Tengah.

“Sejumlah fasilitas dan gedung pendidikan juga ada di Lombok Tengah. Yakni, Poltekpar Lombok dan IPDN. Jadi, jika Lombok Tengah dijadikan lokasi ibukota Provinsi NTB, saya rasa tepat,” kata Ruslan pada wartawan, Rabu Petang (30/6).

Ia mengatakan, adanya Bandara Internasional Lombok (BIL) bisa menjadi magnet agar pemindahan ibukota provinsi NTB dari Kota Mataram ke Kota Praya, sangat dimungkinkan.

Apalagi, di jantung Kota Praya, yakni di Kecamatan Puyung akan juga dibangun Rumah Sakit oleh Yayasan Qomarul Huda Bagu diatas tanah milik Pemrov NTB seluas 4,5 Ha.

“Ketika ada permintaan itu saya salah satu anggota DPRD yang sangat setuju hibah itu dilakukan oleh Pemprov. Banyaknya fasilitas umum dan publik termasuk infrastruktur yang lengkap menjadi prasyarat perkembangan Kota Praya akan melesat lebih cepat bila dibandingkan Kota Mataram,” jelas Ruslan

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, ide untuk memindahkan ibukota provinsi NTB, bukan lagi sebuah wacana pepesan kosong. Hal itu menyusul, geliat pembangunan di Kota Praya, di Kabupaten Lombok Tengah, justru mengungguli Kota Mataram.

Apalagi, masyarakat di Kota Praya kini lebih meningkat kesejahteraannya. Sehingga.
hal itu akan memudahkan wilayah tersebut berkembang.

“Insya Allah, nanti jika saya terpilih menjadi Bupati Loteng di tahun 2024, proses pemindahan ibu kota provinsi ke Loteng menjadi pekerjaan prirotas saya. Apalagi, itu menjadi keinginan masyarakatnya Lombok Tengah,” ujar Ruslan.

Ruslan tidak menampik rencana itu tidak lepas dari dukungan Pemprov. Apalagi gubernur NTB kedepan berasal dari Lombok Tengah, tentunya kepentingan wilayah secara politis akan sangat menguntungkan Gumi Tatas Tuhu Trasna itu.

Apalagi, lanjut dia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih berada di urutan ke delapan. Loteng masih kalah dengan kota Mataram. Tidak hanya itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Loteng saat ini masih sebesar Rp 200 miliar.

“Kalau saya jadi bupati PAD, Insyaallah saya target akan bisa menembus Rp 1 triliun. Kalau nggak saya sebaiknya mundur,” tandas Ruslan Turmudzi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.