Berbagi Berita Merangkai Cerita

Rusak Nama Baik Partai dan Banyak Hoaks, PDIP NTB Laporkan Akun Medsos di Grup Ngopi Mentaram ke Polda NTB

495

/FOTO. Sekretaris DPD PDIP NTB HL. Budi Suryata bersama Ketua DPC dan fungsionaris DPD dan DPC Mataram usai melaporkan akun medsos ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Subdit V Polda NTB. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Seorang pemilik akun Facebook dilaporkan kader dan pengurus PDIP NTB ke Mapolda NTB, Senin (28/9). Pelaporan dilakukan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Subdit V Polda NTB lantaran akun Sufi Abiyoso dituding telah menyebarkan ujaran kebencian, penyebaran berita bohong alias hoaks dan merusak nama baik melalui komentar di grup medsos. Yakni, Ngopi (Ngobrol Politik) Mentaram.

Sekretaris DPD PDIP NTB H. Lalu Budi Suryata mengatakan, postingan akun facebook di grup Ngopi Mentaram pada Jumat tanggal 25 September 2020 pada sekitar pukul 16.00 Wita, bernada mencemarkan nama baik, penghinaan, ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong alias hoaks.

“Selain akun Facebook Sufi Abiyoso, kami juga melaporkan akun Wahyu Andre ke Polda NTB,” kata Budi usai melaporkan akun yang mencermarkan nama baik partai dan paslon yang diusung PDIP, kemarin.

Anggota DPRD NTB yang datang bersama Ketua dan Sekretaris DPC PDIP Mataram, serta anggota Fraksi PDIP DPRD Mataram dan sejumlah pengurus PDIP lainnya mengaku, status Facebook yang diunggah oleh pemilik akun di grup Ngopi Mentaram sangat melecehkan partai, khususnya calon yang diusung partainya dalam kontestasi Pilkada kali ini.
 
“Kata-kata, inilah contoh muslimah kemasan rupanya dia ndak mengerti apa itu £muhrim, jika dilucutin saya yakin haqul yakin isi dalamnya trisila dan ekasila,” ungkap Budi pada wartawan saat mengucapkan laporannya.

Selain itu, unggahan pemilik akun terkait umat islam haram memilih pemimpin yang diusung partai berasaskan trisila dan ekasila, sangat merugikan pihaknya.

Apalagi, pernyataan pemilik akun yang menambahkan ungkapan bangga menjadi musuh PKI, jelas melecehkan partai secara kelembagaan.

“Total ada delapan unggahan di grup medsos yang kami catat sebagai barang bukti yang sudah kami laporkan tadi. Prinsipnya, kami menyayangkan sekaligus mengecam ulah pelaku yang secara sengaja mempublikasikan ujaran berbau SARA dan berbau ujaran kebencian, serta mengandung berita bohong itu,” tegas Lalu Budi.

Pelapor berharap, pihak kepolisian segera bertindak cepat untuk menangkap dan mengamankan pelaku, guna mengetahui motif di balik ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong itu. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.