A place where you need to follow for what happening in world cup

Rumput Laut NTB akan Dikirim ke Berbagai Negara, Target Produksi 930.000 Ton

61

FOTO. Para nelayan di wilayah Serewe, Kabupaten Lombok Timur tengah memilah dan menjemur rumput laut yang dibudidayakan di sepanjang perairan laut wilayah setempat. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Dinas Kelautan dan Perikanan NTB menargetkan produksi rumput laut sebanyak 930 ribu ton pada 2021. Produksi ini untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, nasional dan dikirim ke beberapa negara.

“Target produksi rumput laut tahun ini meningkat sebanyak 15 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 915 ribu ton,” ujar  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Yusron Hadi, kepada wartawan, Sabtu (27/2).

Ia menyebutkan target produksi rumput laut tersebut menyebar di tujuh kabupaten, yakni Kabupaten Lombok Barat sebanyak 82 ribu ton, Lombok Tengah 57 ribu ton, Lombok Timur 104 ribu ton, Sumbawa Barat 85 ribu ton, Sumbawa 450 ribu ton, Dompudua ribu ton, dan Kabupaten Bima 150 ribu ton.

Sentra produksi rumput laut di Kabupaten Lombok Barat berada di Kecamatan Sekotong, sedangkan di Kabupaten Lombok Timur terpusat di Serewe dan Ekas, Kecamatan Jerowaru. Sementara di Kabupaten Lombok Tengah terpusat di Gerupuk dan Teluk Bumbang, Kecamatan Pujut.

Sedangkan sentra produksi rumput laut di Pulau Sumbawa tersebar di Kabupaten Sumbawa Barat, meliputi Kertasari, Poto Tano, dan Giantar. Sedangkan di Kabupaten Sumbawa tersebar di Teluk Saleh meliputi Tanjung Bele, Moyo Hilir, Kwangko. Sementara di Kabupaten Dompu terpusat di sejumlah wilayah Teluk Saleh, seperti Manggelewa, Nanga Tumpu, dan Kempo.

“Kalau di Kabupaten Bima menyebar di Teluk Waworada, Teluk Sape, dan Lambu,” ujarnya.

Untuk mencapai target produksi, kata dia, pihaknya melaksanakan berbagai program pendampingan kepada kelompok petani rumput laut di seluruh sentra produksi. Mereka juga diberikan bantuan sarana dan prasarana, seperti bibit rumput laut berkualitas dan long line.

DKP NTB juga menjalin kerja sama dengan Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ada di NTB. BBL Lombok merupakan UPT yang memproduksi bibit rumput laut kultur jaringan berkualitas. Bibit tersebut kemudian dibagikan kepada kelompok nelayan dalam bentuk program bantuan sarana dan prasarana.

“Kami setiap tahun berkolaborasi karena BBL merupakan UPT pusat yang sekaligus menjadi pusat pengembangan bibit rumput laut nasional yang ditugaskan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara,” tandas Yusron Hadi.

Perbaikan Tata Kelola

Terpisah, Front Nelayan Indonesia (FNI) merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan perbaikan tata kelola rumput laut. Diantara rekomendasi tersebut adalah perbaikan jaminan harga, dan pengolahan berbasis teknologi. Rumput laut menurut Ketua FNI, Rusdianto adalah komoditas yang tahan kondisi krisis.

Sebut saja pada masa reformasi 1998, semua komoditas lain rontok, rumput laut berdiri tegak melewati masa-masa krisis. Saat ini, pandemi Covid-19 tidak juga membuat komoditas rumput laut menurun. NTB memiliki potensi rumput laut mencapai 14.000 hektare. Produksi rumput laut pada 2015 mencapai 918.021 ton basah, meningkat dibandingan tahun sebelumnya sebanyak 770.374 ton.

Pada tahun 2016 produksi tembus diangka 1.080 ton lampaui target. Dimana target produksi rumput laut di tahun 2016 sebanyak 850.235,78 ton. Untuk tahun 2017 ini, Provinsi NTB mentargetkan produksi sebanyak 950ribu ton. Namun, hingga kurun waktu pada 2018, produksi belum mencapai target. Tetapi, masih diatas Provinsi lain, mengganti posisi Maluku dan Sulawesi Selatan. Pada tahun 2019 – 2020, produksi rumput laut berjumlah sekitar 980-an ribu ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp2 triliun dengan jumlah serapan tenaga kerja sebanyak 37.000 orang.

Rinciannya: Sumbawa produksi rumput laut terbesar di NTB capai 439.385,49 ton. Disusul Bima sebanyak 124.347,08 ton, Lombok Tengah 96.047,7 ton, Sumbawa Barat 83.013 ton, Lombok Timur 54.103,86 ton, Lombok Barat 52.688,44 ton, dan Dompu 650,21 ton. Capaian tersebut, melebihi perolehan Sulawesi Selatan. NTB sangat signifikan angka ekspor yang menyumbang devisa negara dan memperkuat ekonomi daerah Kepulauan NTB. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas