Berbagi Berita Merangkai Cerita

“Rumah Sakit Islam Kita” jadi RSUD Labuhan Haji, Santunan Anak Yatim Disalurkan

0 214

Selong,DS – Rumah Sakit Islam Kita (RSIK), Labuhan Haji Lombok Timur (Lotim), diserahterimakan dari Yayasan RSIK kepada Baznas Lotim, Jum’at (17/5). Serah terima kemudian dilakukan dari Baznas Lotim kepada Pemda Lotim yang diterima langsung Bupati Lotim, HM. Sukiman Azmy. RSIK kini menjadi RSUD Labuhan Haji.

Serah terima RSIK kepada Baznas Lotim, sesuai berita acara nomor 03/YASRI-KITA/V/2019 dan nomor 39/BAZNAS-LOTIM/V/2019 serta Perjanjian Hibah antara Baznas Lotim dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim nomor 40/BAZNAS-LOTIM/V/2019 dan nomor 181.6/02/PKAD/2019 tentang Hibah bangunan Gedung RS serta Berita Acara Serah Terima nomor 41/BAZNAS-LOTIM/V/2019 dan Nomor : 030/328/PKAD/2019.

Pada kesempatan yang sama, Bupati memberikan santunan pada 135 anak yatim asal Kecamatan Labuan Haji. Hadir Forkopimda, Sekda, kepala OPD, camat, kepala desa, Toga, Toma dan masyarakat Labuan Haji,

Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, mengatakan pengurus yayasan RSIK menyerahkan RS yang telah dibangun dalam kurun waktu dua tahun lebih itu kepada Baznas Lotim. Kata dia, banyak hal yang melatarbelakangi penyerahan diantaranya, tanahnya milik Pemda Lotim dan dana yang digunakan bersumber dari Dana Baznas — yang merupakan iuran dari masyarakat, terutama ASN yang ada di lingkup Pemda Lotim.

Atas nama Pemda Lotim, Sukiman mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada Pengurus Yayasan RSIK yang telah berhasil membangun aset tersebut dari nol sampai dengan kondisi saat ini. “Mudahan jasa, amal baik, jerih payah, inisiatif dari pengurus yayasan RSIK ini mendapatkan pahala terbaik dari Allah SWT,” ujarnya.

Terkait belum dimanfaatkannya RS, Sukiman meminta pengelolaan RSIK berada di tangan Sat Pol PP. Masalah Keamanan, ketertiban, dan segala hal yang menyangkut dari RSIK yang telah diserahkan pada Pemda melalui pengurus Baznas menjadi tanggung jawab Pemda Lotim dibawah kewenangan Kasat Pol PP.

“Hal-hal yang bersangkutan dengan Kontribusi, insentif, penggajian karyawan yang ada di RSIK ini, dipersilahkan untuk dibicarakan dengan Baznas Lotim,” katanya.

Kata Bupati, rumah sakit ini tak akan lagi berstatus RSIK melainkan menjadi RSUD Labuhan Haji dengan tipe C. Artinya, Lotim akan memiliki dua RSUD, dimana RSUD Selong yang sekarang tipe C akan dinaikkan statusnya menjadi tipe B, dan RSUD Labuhan Haji tipe C. RSUD Selong menjadi tipe B agar tak lagi harus merujuk pasien keluar Lotim.

Sukiman berharap di APBD Perubahan Pemda akan menyisir anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk Alat Kesehatan (Alkes) bagi RSUD Labuan Haji. Bupati menginginkan Peresmian RSUD Labuhan Haji dilakukan tepat pada hari Ulang Tahun (HUT) Gumi Patuh Karya tanggal 30 Agustus 2019 mendatang.

Kepada seluruh pengurus yayasan RSIK akan menjadi Dewan Penyantun RSUD Labuan Haji, dan mendapatkan penghargaan serta penghormatan Bupati, dimana segala bentuk pelayanan di RSUD Labuhan Haji diberikan gratis.

Disinggungnya terkait beberapan kebijakan lainnya, mantan Dandim 1615 ini menyebutkan, tahun ini dianggarkan Rp 4,9 miliar untuk insentif marbut dan guru ngaji se Lotim. Dana insentif ini akan diberikan sebelum hari raya Idul Fitri.
Jika bantuan pangan dulu dipusatkan pengadaannya ditingkat kabupaten tiap tahunnya sebesar Rp 24 miliar, sekarang ini pengadaannya distribusikan ke Kecamatan-kecamatan.

“Alhmdulillah telah terbagi oleh Camat kepada Kepala Desa,” cetusnya. Pada kesempatan itu Bupati Sukiman memerintahkan kepada seluruh Camat agar jangan sekali-kali menerima barang yang tak layak dikonsumsi oleh masyarakat. Ia meminta Camat menolak rekanan yang mengambil keuntungan berlebihan, dengan kualitas barang yang tidak layak konsumsi. Diserukannya pula agar semua pihak manfaatkan bulan penuh berkah ini dengan baik.

Terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Sukiman meminta, dibulan suci Ramadhan BPNT yang sebesar Rp 110 ribu per KK itu diberikan beras premium. Jika masih ada masyarakat diberikan beras non premium, maka akan ditolak. Karena itu Pemda menunjuk Perusahaan Daerah (PD) dengan rekanannya untuk memberikan kualitas terbaik bagi masyarakat Lotim. Ia meminta pada pengawas betul-betul mengawasi bahwa masyarakat diberikan beras dan telur yang berkualitas.

“Jangan ada lagi permainan seperti zaman dulu. Karena setiap bulan pemerintah mensubsidi biaya transport distribusi beras dan telur sebesar Rp 50 juta ke desa-desa,” katanya.hm/*

Leave A Reply