Berbagi Berita Merangkai Cerita

Rumah Dilempari Batu, Warga Lapor Polisi, Pelaku Masih Misterius

180

FOTO. Aparat Kepolisian Sektor Pagutan tengah melakukan olah TKP terhadap rumah Junaidi yang dilempar batu orang tidak dikenal berulang kali. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Junaidi, warga Lingkungan Presak Timur, Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, tak habis pikir mengapa rumahnya selalu dilempari batu selama tiga kali oleh orang yang tak dikenal.

Padahal, ia merasa tidak memiliki musuh. Anehnya, meski telah melakukan laporan secara resmi sebanyak tiga kali ke aparat kepolisian Sektor Pagutan, hingga kini pelaku pelempar rumahnya tersebut tak kunjung ditemukan alias masih misterius.

“Jujur sampai hari ini, saya merasa enggak tenang bersama istri dan anak saya. Karena terus was-was akibat selalu menjadi korban pelemparan oleh orang yang tidak dikenal,” ujar Junaidi pada wartawan Minggu (25/7).

Menurut dia, pelemparan pertama dilakukan pelaku pada tanggal 13 Juni lalu, selanjutnya pada 14 Juli dan disusul pada tanggal 25 Juli 2021 lalu. Kaca rumahnya pun pecah. Bahkan, teras rumahnya juga rusak.

Meski telah membuat laporan selama tiga kali, namun pelaku perusak rumahnya tersebut belum bisa diungkap oleh aparat kepolisian.

“Memang sudah beberapa kali aparat kepolisian datang ke rumah saya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dan terakhir pada Sabtu (24/7) tadi. Tapi, saya tanya gimana perkembangannya, jawaban penyidiknya selalu masih mendalami karena belum ada saksi-saksi yang mengarah ke pelaku. Apalagi ke tersangka perusaknya,” kata Junaidi.

Ia mengklaim jika polisi cermat seharusnya alat rekaman CCTV yang dimilikinya bisa dijadikan alat bukti untuk mengetahui siapa pelaku pelempar rumahnya tersebut.

Hanya saja, lanjut Junaidi, aparat kepolisian belum sampai pada taraf mengambil CCTV yang terpasang di rumahnya tersebut.

“Sementara kepolisian yang datang ke rumah hanya memeriksa bagian rumah yang rusak serta meminta keterangan saya saja. Selebihnya, enggak ada sejauh ini,” tegas dia.

Junaidi berharap aparat kepolisian dapat mengungkap siapa pelaku aksi teror yang telah merusak rumahnya tersebut.

“Sekai lagi, saya ingin hidup tenang dan nyaman di rumah sendiri, bukan kayak sekarang, selalu saja saya was-was dan enggak tenang kepikiran akan adanya aksi teror pelemparan itu,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.