Berbagi Berita Merangkai Cerita

Rujukan Putusan Mahkamah Partai, PAN NTB Optimis Gugatan Chika Ditolak PN Jaksel

180

FOTO. HM. Muazzim Akbar. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – DPW PAN NTB tak gentar menghadapi gugatan yang dilayangkan Ika Rizky Veryani atau akrab disapa Chika yang kini persidangannya telah berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan atas pemecatan dirinya dari keanggotaan PAN.

Ketua DPW PAN NTB, HM. Muazzim Akbar, menegaskan, pengusulan nama Sukrin HT sebagai pengganti Ady Mahyudi di DPRD NTB yang melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) saat mengundurkan diri ketika maju dalam Pilgub Bima 2020, merupakan keputusan final partai.

Mahkamah PAN sendiri sudah menolak gugatan yang dilakukan oleh Chika. “Pastinya keputusan partai melalui mahkamah partai untuk memecat Chika dari keanggotaan PAN, telah sesuai yang diatur PKPU. Itu semuanya proses di internal sudah klear. Disitu jelas, DPP memutus Syukrin yang menang, maka keputusan ini kami kawal hingga persidangannya,” kata Muazzim pada wartawan, Rabu (8/9).

Menurut dia, gugatan yang telah didaftarkan Chika pada Jumat (30/7) lalu secara online. Dalam pokok materi gugatan, kuasa hukum Chika meminta kepada pengadilan untuk membatalkan Surat Keputusan (SK) DPP PAN dan Mahkamah PAN mencabut keanggotaan Chika sebagai kader PAN, sangat berat dilakukan. Pasalnya, DPP punya pertimbangan yang utuh terkait seperti pelanggaran yang dilakukan Chika.

“Kami optimistis menang karena semua dalil partai yang diperkuat oleh keputusan Mahkamah Partai telah final sifatnya. Yakni, Chika telah dicabut keanggotaanya dari PAN. Insyaallah persidangan di PN Jakarta Selatan yang tinggal seminggu lagi keluar hasilnya, telah diikuti secara utuh oleh kuasa hukum yang ditunjuk oleh DPP PAN. Di situ, dari laporan persidangan, sangat kuat urusan partai diserahkan ke Mahkamah Partai,” jelas Muazzim.

“Prediksi kami, majelis hakim akan memutus yang tidak jauh dari kerangka hasil Mahkamah Partai yang sudah terbit terlebih dahulu,” sambung dia.

Keteragan yang dihimpun menyebutkan Chika adalah caleg peraih suara terbanyak kedua di dapil VI (Bima, Dompu dan kota Bima) untuk DPRD NTB pada Pemilu 2019. Tetapi PAN NTB mengajukan Sukrin peraih suara ketiga sebagai PAW untuk menggantikan Ady Mahyudi di DPRD NTB. Alasan Chika tak diajukan karena dipecat dari keanggotaan PAN.

Masuknya nama Sukrin cukup mengejutkan. Mengingat sebelumnya nama yang diprediksi kuat menggantikan Ady Mahyudi adalah Ika Rizki Veryani.

Wanita yang akrab disapa Chika itu menjadi kandidat kuat pengganti Ady, karena berada di urutan kedua peraih suara terbanyak pada Pileg 2019 di bawah Ady Mahyudi untuk Caleg PAN Dapil 6 (Bima, Kota Bima, dan Dompu).

Hal ini sesuai pasal 242 ayat 1 UU MD3 diatur sebagai berikut, “Anggota DPR yang berhenti antar waktu sebagaimana dimaksud pasal 239 ayat (1) dan pasal 240 ayat (1) digantikan oleh calon anggota DPR yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya dalam daftar peringkat perolehan suara dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan yang sama.”

“Intinya, kami hargai langkah hukum yang dilakukan Chika dan kuasa hukumnya. Tapi, karena soal partai, maka DPP jelas punya pertimbangan kenapa Chika diberhentikan dari keanggotaan partai itu,” tandas Muazzim Akbar. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.