Berbagi Berita Merangkai Cerita

RSUD NTB Target Akhir Januari 2022, Gedung IGD Terintergrasi Mulai Dibangun

65

FOTO. Inilah gedung bangunan IGD Terintegrasi RSUP NTB yang akan dibangun akhir bulan ini. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan penambahan gedung rawat inap di RSUD Provinsi NTB dipastikan akan dimulai akhir Januari 2022 mendatang.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr Lalu Herman Mahaputra, mengatakan, proses lelang untuk proyek pembangunannya sudah selesai dan perusahaan BUMN sebagai pemenang yang akan membangun.

“Pemenangnya BUMN, InsyaAllah hari ini diumumkan pemenangnya. Sehingga pembangunan bisa dimulai akhir Januari ini. Rencananya groundbreaking akan dilakukan Gubernur dan Wagub NTB,” ujar dokter Jack, sapaan akrab Direktur RSUD Provinsi NTB pada wartawan, Kamis (6/1).

Proyek gedung IGD terintegrasi dan rawat inap senilai Rp270 Miliar tersebut, dilakukan untuk menambah kapasitas pelayanan dan optimalisasi layanan kesehatan di RS milik Pemprov NTB tersebut.

Dokter Jack mengatakan, selain itu RSUD Provinsi NTB juga akan membangun gedung belakang yang akan difungsikan sebagai gedung Onkologi Terpadu.

Proyek ini senilai Rp81 Miliar dan masih dalam tahap proses lelang. “Untuk yang belakang kita akan fungsikan sebanagai gedung Onkologi terpadu. Nilainya di bawah Rp100 Miliar sehingga bisa juga dikerjakan kontraktor lokal,” katanya.

Dokter Jack mendaku, dengan pembangunan tersebut, tahun 2022 ini RSUD setempat, akan memberikan satu layanan unggulan yang bisa menjadi salah satu layanan unggulan di wilayah Indonesia Timur.

“Kita berharap dengan fasilitas layanan radioterapi dan kemoterapi masyarakat NTB, bisa lakukan traetment di RSUP NTB,” ucapnya.

Seperti diketahui, pembangunan Gedung IGD Terintegrasi menggunakan dana pinjaman program PEN yang diperoleh Pemprov NTB dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tahun 2021. Di mana, Pemprov NTB mendapatkan pinjaman sebesar Rp750 miliar.

Dana pinjaman sebesar itu dipergunakan sebesar Rp250 miliar untuk membiayai program percepatan penanganan jalan tahun jamak. Kemudian untuk pengembangan RSUD NTB sebesar Rp500 miliar.

Dana sebesar Rp500 miliar tersebut, kata Dokter Jack – sapaan akrab Direktur RSUD NTB ini digunakan untuk pembangunan Gedung IGD Terintegrasi sembilan lantai, Gedung Perawatan lima lantai dan Gedung Rawat Inap yang sekarang menjadi IGD Trauma Center dua lantai menjadi enam lantai.

Total anggaran yang digunakan sebesar Rp 350 miliar. Sedangkan sisanya untuk pengadaan alat kesehatan sebesar Rp150 miliar. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.