Berbagi Berita Merangkai Cerita

RSUD Mataram jadi “Booster” Vaksinasi Tahap Dua

39

FOTO. Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra saat disuntik vaksin sinovac tahap kedua oleh petugas di RSUD setempat.

MATARAM, DS – Pemberian vaksin Covid-19 tahap kedua di lingkup Pemkot Mataram dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Kamis (28/1).

Kegiatan yang diikuti para pejabat dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut berjalan lancar.

“Kegiatan vaksinasi tahap kedua untuk pemberian vaksin Covid-19 difokuskan pada mereka yang telah diberikan vaksin pada tahap pertama,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa.

Menurut dia, pemberian vaksin Covid-19 tahap kedua yang dipusatkan di lobi Gedung “Graha Mentaram” RSUD setempat, lantaran telah ditentukan oleh Gugas Penananganan Covid-19 Kota Mataram sebagai “booster” vaksin tahap pertama.

“Harapan kita, dengan telah dilaksanakannya vaksinasi Covid-19 dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini,” kata Nyoman.

Sebagai Jubir Gugas Penananganan Covid-19 Kota Mataram, ia mengaku merasa sangat nyaman setelah mendapat vaksin Covid-19 tahap kedua.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra mengatakan vaksinasi Covid-19 salah satu upaya menekan penularan virus tersebut tetapi tidak bisa menjamin masyarakat yang sudah divaksin tidak terpapar Covid-19.

“Vaksin Covid-19, menambah imunitas tapi protokol kesehatan harus tetap menjadi hal utama sebab tidak ada jaminan setelah divaksin tidak terpapar Covid-19. Apalagi vaksin COVID-19 ini baru pertama kali,” ungkapnya.

Dokter Jack mengungkapkan, dari hasil kajian efikasi pencegahan Covid-19 melalui vaksin sekitar 65,3 persen, sisanya adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan melalui gerakan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan).

“Akan tetapi, kalau yang sudah divaksin terpapar Covid-19 risikonya tidak terlalu berat. Sebaliknya, jika tidak divaksin maka potensi terpapar dan risiko besar,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak takut divaksin, sebab dapat menekan penyebaran Covid-19.

“Bagi saya vaksin Covid-19, wajib. Apalagi vaksin itu sudah melalui tiga kali uji klinis dan dapat pengesahan dari Balai POM,” tandas Dokter Jack. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.