Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 1 Mar 2020 05:49 WITA ·

RSJ Mutiara Sukma Rawat 980 Pasien Gangguan Jiwa, Depresi Penyebab Kedua Kematian


					Hj.Niken (kiri) Perbesar

Hj.Niken (kiri)

MATARAM,DS-Sekira 91 persen penderita depresi di Indonesia tidak mendapatkan perawatan. Khusus di NTB, RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Mutiara Sukma merawat 980 ODGJ (Orag dengan Gangguan Jiwa).

Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, pada Seminar Kesehatan Mental dalam Perspektif Agama, Medis, Psikologi, dan Budaya, di Gedung Rektorat Universitas Mataram (29/2/2020).

Menurutnya, seharusnya penderita gangguan jiwa maupun keluarga yang anggotanya menderita gangguan kejiwaan tidak perlu malu untuk berobat ke RSJ.
NTB sendiri memiliki Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma (RSJMS) yang merawat 980 ODGJ. RSJMS memiliki psikiater sebanyak 5 orang, psikolog sebanyak 3 orang, dan seorang spesialis perawatan jiwa.

Selain RSJMS, banyak rumah sakit juga yang telah menyediakan psikiater maupun psikolog, baik RS pemerintah maupun swasta. “Masyarakat NTB harus memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik karena di Indonesia masih ada 8 provinsi yang belum memiliki rumah sakit jiwanya sendiri,” katanya seraya meminta untuk tidak memandang rendah orang dengan gangguan jiwa maupun orang dengan masalah kejiwaan mengingat hal tersebut merupakan penyakit yang dapat ditangani.

Remaja Depresi
Pada bagian lain Niken mengemukakan, remaja yang masih berkembang dan belum begitu mampu mengelola emosinya dengan baik lebih rentan terhadap percobaan bunuh diri dibandingkan orang dewasa. Menurut WHO, bunuh diri akibat depresi menjadi penyebab utama kedua kematian pada remaja di dunia. Hal ini biasanya disebabkan oleh tingginya tekanan di sekitar akibat perundungan, kekerasan, ataupun ketidakharmonisan keluarga dan banyak faktor lainnya.

Untuk mencegah hal itu, remaja perlu mendapat dukungan psikososial. Sekolah dan lingkungan masyarakat lainnya dapat membantu mempromosikan kesehatan mental yang baik. Selain itu, ikatan dengan keluarga perlu diperkuat. Ketahan keluarga yang baik dapat menjadi salah satu solusi dalam mencegah maraknya kasus gangguan kejiwaan yang ada.

Hj. Niken juga menjelaskan peran orangtua, guru-guru dan masyarakat harus melek dengan isu kesehatan mental. Ia mengajak agar semua yang berperan tersebut bisa melawan stigma negatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) maupun Orang Dengan Masalah Jiwa (ODM).

“Kita harus melawan stigma negatif orang dengan gangguan jiwa. Jangan ragu untuk berobat atau konsultasi dengan psikiater. Jika jiwa kita sehat maka kita akan menjadi lebih produktif dalam menjalani hidup” jelasnya.

Revitalisasi Posyandu
Terkait program unggulan revitalisasi posyandu, menurutnya, sebanyak 7.207 posyandu yang ada di setiap dusun di NTB akan dipersiapkan menjadi posyandu keluarga. Posyandu keluarga tersebut nantinya tak hanya mengurus masalah kesehatan ibu dan balita tetapi juga memberikan perhatian terhadap masalah sosial dan isu kesehatan mental untuk seluruh anggota keluarga.

Posyandu keluarga diharapkan dapat menjadi wadah edukasi terkait isu kesehatan mental. Selain itu dengan adanya Posyandu keluarga di setiap dusun di NTB, diharapkan dapat menambah erat ketahanan keluarga. Sehingga dapat menjegah terjadinya ODGJ dan ODMJ dalam anggotanya.

“Kita punya program unggulan Revitalisasi Posyandu. Yang mana merubah posyandu biasa menjadi posyandu keluarga. Melalui posyandu keluarga kita harap ketahanan keluarga di NTB semakin kuat,” ujar Bunda Niken.

Seminar tersebut juga menghadirkan pembicara yang kompeten dalam membahas isu kesehatan mental dalam perspektif agama, medis, psikologi, dan budaya. Pembicara tersebut di antaranya, Prof. Dr. Lalu Wirasapta Karyadi Guru Besar Unram, dr. Agustine Mahardika Psikiater RS Unram, Dr. TGH. Lalu Ahmad Zaenuri Dosen UIN Mataram, dan Sri Helmi Hayati Psikolog RS Unram. novita

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Harganas 2022, Wagub NTB Ingatkan Jaga Sinergitas Tangani Stunting

29 Juni 2022 - 16:08 WITA

Wagub NTB Resmikan Puskesmas Pembantu di Lombok Barat

26 Juni 2022 - 06:38 WITA

Vaksin Perdana PMK, Wagub NTB Optimis Bisa Dikendalikan

25 Juni 2022 - 18:55 WITA

Di Desa Toya, Sebanyak 1.200 Ekor Sapi Disuntik

23 Juni 2022 - 18:30 WITA

Kunci Tangani Stunting di NTB Kolaborasi dan Sinergi

10 Juni 2022 - 18:07 WITA

Ini Dia Desa Nol Stunting di Lotim NTB

10 Juni 2022 - 07:17 WITA

Trending di Kesehatan