Berbagi Berita Merangkai Cerita

Road Bike Sembalun, Bupati Lotim Minta Tambahan Vaksin

23

Sukiman Azmy

Selong, DS-Menyusul penyelenggaraan Kejuaraan Sepeda Jalan Raya (Road Bike) Sembalun KOM (KING OF MOUNTAIN) yang merupakan salah satu kegiatan wisata olahraga (sport tourism) berskala internasional, Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy berharap pemerintah provinsi NTB dapat memberikan tambahan alokasi vaksin.

Tambahan tersebut untuk memastikan seluruh target kecamatan Sembalun dan Sambelia sebagai lokasi Sembalun KOM sudah tervaksin. Meskipun di sisi lain Bupati mengakui saat ini cukup sulit untuk menemukan masyarakat yang sukarela divaksin, akan tetapi Ia optimis dengan kerja sama dan kerja keras target vaksinasi sebelum 18 November dapat ditutaskan.

Bupati menyampaikan hal tersebut pada kegiatan Analisis dan Evaluasi Penanganan Covid-19 dan Kesiapan Pelaksanaan PPKM level 3 di Masa Natal dan Tahun Baru Provinsi NTB. Kegiatan ini berlangsung secara virtual diikuti bupati/ walikota se-NTB serta Forkopimprov. Kepada Asisten Administrasi dan Umum yang memandu kegiatan tersebut, Bupati juga berjanji adanya perbedaan data capaian vaksinasi dalam P-Care dengan manual akan segera diatasi dengan menambah jumlah petugas dari dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Asisten Administrasi dan Umum Nurhandini Eka Dewi menyampaikan tersedia vaksin sebanyak 13.600 dosis untuk Lombok Timur. Jumlah tersebut diharapkan dapat mendukung tercapainya target di kecamatan Sembalun dan Sambelia.

Pada kegiatan yang berlangsung Rabu (1/12) diingatkannya pula agar penyelenggaraan kegiatan ini dapat menerapkan pola yang sama dengan penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) yang berlangsung di Sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu. Kesuksesan kegiatan tersebut salah satunya ditunjukkan dengan tidak adanya pengunjung yang terkonfirmasi positif. Dengan sosialisasi yang baik, ia meyakini masyarakat dapat menerima penerapan aturan dan pembatasan yang diberlakukan.

Terkait pembatasan jelang serta pada peringatan natal dan tahun baru (Nataru), sesuai Instruksi Menteri dalam negeri no.61 tahun 2021, ia mengakui tantangan tidak ringan yang akan dihadapi, mengingat pembatasan dilakukan pada kondisi kasus yang terus melandai. Karena itu ia meminta sosialisasi yang lebih intens.

Kabupaten/ kota juga diminta mempersiapkan data vaksinasi usia sekolah, serta pentingnya satgas mengingatkan kepada satuan pendidikan melalui Dinas Pendidikan untuk melakukan surveilence. Hal tersebut menjadi penekanan karena sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka.hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.