Berbagi Berita Merangkai Cerita

Rilis Covid-19 Belum Sesuai Kondisi Faktual

18

SELONG, DS- Rilis faktual Covid-19 menjadi salah satu poin yang disampaikan Bupati pada Rapat bersama Sekretaris Daerah, Staf Ahli dan Staf Khusus Bupati, serta Asisten dan Kabag lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Timur. Pada rapat yang berlangsung Senin (3/8), Bupati meminta agar Staf Khusus Bupati Bidang Kesehatan H. Suroto dan Kabag Kesra Sekretariat Daerah, sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Lombok Timur H. Pathurrahman berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi terkait rilis Covid-19.

Bupati menilai laporan yang diterima kerap tidak sesuai dengan rilis provinsi NTB. Bahkan rilis provinsi dinilai tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Hal ini juga terkait rencana Pemda Lotim untuk membuka kembali sekolah atau melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka pada pekan ke dua Agustus mendatang.

Masih terkait penanganan covid-19, Bupati meminta penyesuaian nomenklatur gugus tugas menjadi satgas dapat segera dilakukan. Perampingan juga diminta diterapkan dengan mengutamakan petugas lapangan, khususnya menyangkut penerapan kebiasaan baru di kerumunan dan keramaian. Penegasan terhadap tiga pilar kecamatan diharapkan dapat mendinamiskan kondisi di lapangan.

Selain itu, dibahas pula progres donasi untuk rencana operasi kembar siam Lombok Timur. Meskipun diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat akan tetapi selain terkendala pendanaan, operasi juga terkendala penyebaran covid-19 yang menghambat tim dokter yang berasal dari Luar Lombok. Diterget operasi pemisahan dapat dilakukan paling lambat awal 2021 mendatang.

Pengawasan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga menjadi poin penting dalam rapat tersebut. Meskipun Lombok Timur telah menyelesaikan validasi dan verifikasi data serta telah pula memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan tetapi perlu dipantau ketepatan penyaluran, baik dari segi waktu maupun kualitas pangan yang disalurkan.

Penyiapan regulasi untuk berbagai rencana dan tindakan yang diambil Pemda juga penting untuk dilakukan, tekan Bupati. Karenanya ia meminta agar regulasi yang dibutuhkan untuk sejumlah rencana dapat segera disipakan. Rencana tersebut diantaranya renovasi Pusat Pertokoan Pancor (Pancor Trade Center = PTC), pembangunan pabrik es batu skala besar di Tanjung Luar, dan Rencana Detail Tata ruang (RDTR) Sembalun untuk pengembangan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata.

Air bersih wilayah selatan yang masih terkendala debit air juga menjadi perhatian pada rapat tersebut. Selain diusahakan melalui sumur bor yang diharapkan mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian, Bupati juga meminta kesiapan untuk distribusi melalui sumber daya yang ada saat ini. Dengan demikian pada musim kemarau nanti semua sudah siap. Terakhir, penertiban dan penamaan jalan dapat segera dilakukan. Penamaan ini diharapkan mengakomodir aspirasi masyarakat dan memperhatikan sejarah serta perkembangan wilayah.hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.