Berbagi Berita Merangkai Cerita

Rencana Buka Sekolah 13 Juli di Lombok Timur, Sekda Janji Evaluasi

73

SELONG, DS – Walau pandemi Covid-19 belum usai, belajar dengan tatap muka langsung di sekolah rencananya dibuka kembali pada 13 Juli 2020.

Perkembangan kasus positif Covid-19  sampai masih terjadi penambahan. Di Lombok Timur sendiri, Senin (22/06/2020) kasus positif Covid-19 mencapai 105 pasien. Dengan total yang masih dirawat sebanyak 18 orang

Meskipun demikian, rencana pembukaan sekolah ini tetap mengemuka. Bahkan, pihak sekolah mengirimkan surat pernyataan yang harus ditandatangani orang tua siswa sebagai bentuk persetujuan siswa masuk sekolah pada tanggal 13 Juli. Tak ayal, surat pernyataan tersebut menyebabkan kecemasan para orang tua siswa.

Menyikapi hal ini, Sekda Lombok Timur, M. Juaini Taofik mengatakan hal tersebut sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Sepengetahuan saya, ini sesuai arahan Kemendikbud,” ujarnya.

Meskipun tidak ada satupun daerah di NTB yang tidak masuk dalam penerapan new normal (tatanan kehidupan baru), namun upaya ini disebutnya sebagai bagian dari pemantauan bagi Lombok Timur yang berada pada fase pra new normal dalam sektor pendidikan.

“Intinya, dalam fase pra new normal maupun new normal, ada fungsi pemantauan dan evaluasi di sektor-sektor kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan,” pungkasnya.

Surat pernyataan yang harus ditanda tangani oleh orang tua siswa, dikatakannya juga sebagai bentuk partisipasi orang tua dalam mengontrol anaknya dalam kegiatan belajar di sekolah.

“Iya, supaya ada kontrol juga dari orang tua atau wali murid, karena di era new normal semua harus terlibat, jika kita mau berhasil,” tandasnya.

Meskipun demikian ia berjanji akan berkomunikasi dengan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Kadis Dikbud) terkait redaksi surat yang harus ditanda tangani wali murid. Seperti memberikan pilihan setuju dan tidak setuju dalam redaksinya, untuk mengetahui tingkat kekhawatiran wali murid dalam bersekolah di masa pandemi ini.

“Kita terus pantau, jika menjelang hari masuk sekolah ternyata kondisi daerah kita kurang kundusif, pasti akan ada langkah evaluasi,” pungkasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.