Rabu , 16 Januari 2019
Home / Religi / Zikir Akbar di Pemprov NTB, Penceramah Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Mo Salah
Ribuan umat islam menghadiri zikir dan doa yang digelar pemprov NTB di halaman kantor gubernur saat perayaan malam tahun baru

Zikir Akbar di Pemprov NTB, Penceramah Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Mo Salah

MATARAM, DS – Pada tahun 2018, jelas menjadi tahun yang tidak akan terlupakan bagi masyarakat di NTB. Pasalnya, bencana gempa bumi melanda NTB pada akhir Juli hingga Agustus yang hingga kini menyisakan begitu banyak kesedihan. Tercatat, sekitar 500 lebih korban meninggal dan rumah ratusan ribu warga NTB mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, menyambut pergantian tahun, Pemprov NTB memilih untuk berzikir bersama di halaman Kantor Pemprov NTB yang berada di Jalan Pejanggik, Kota Mataram, NTB, sebagai momentum refleksi diri menyambut tahun baru.

Sekda NTB Rosiady Sayuti mengatakan, kegiatan zikir bersama dalam rangka mensyukuri nikmat yang Allah SWT karuniakan selama 2018. “Ini juga jadi saat yang tepat bagi kita semua untuk refleksi diri dan bahan evaluasi. Kita berharap akan selalu melangkah dalam keridhaan pada 2019 dengan penuh berkah dan inovasi,” ujar Rosiady saat zikir akbar di Halaman Pemprov NTB, Senin (31/12).

Agenda zikir bersama juga diisi oleh tausiyah dari Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haramain, Narmada, Lombok Barat, TGH Hasanain Juaini. Pria yang didaulat sebagai Tokoh Perubahan Republika tahun 2015 itu mengapresiasi langkah sejumlah kepala daerah yang mengadakan zikir bersama pada malam pergantian tahun.

“Malam pergantian tahun intinya tidak melakukan kegiatan dengan hura-hura tapi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, ini merupakan titik balik,” ujar Hasanain dalam tausyiyahnya.

Hasanain menyinggung bencana gempa yang melanda NTB dan bencana yang juga dialami daerah-daerah lain di Indonesia selama 2018. Menurut Hasanain, semua itu sudah takdir dari Allah SWT. Mengutip data BMKG, gempa yang terjadi di seluruh dunia pada tahun ini mencapai 500 ribu kali. Tentu tidak semua gempa yang tercatat dapat dirasakan masyarakat.

“Gempa, tsunami, dan bencana-bencana lain akan selalu, tinggal bagaimana kita menyikapinya,” kata dia.

Hasanain mengajak seluruh masyarakat untuk kembali pada tuntunan Allah SWT dan menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ajang perbaiki diri ke depan, hal ini bisa dilakukan dari diri masing-masing.

Hal ini pula yang membuat Hasanain mengambil contoh dari kisah klub sepak bola, Liverpool, khususnya sang pemain, Mohamed Salah. Hasanain menilai, kisah perjuangan Mo Salah dan Liverpool bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam berjuang.

Kata Hasanain, Mo Salah tak sekadar hebat dari dalam lapangan, melainkan juga menjadi inspirasi dan membawa citra Islam hebat kepada dunia luar. Hasanain juga mengucapkan chant yang biasa dilantangkan para pendukung Liverpool untuk Mo Salah dalam versi bahasa Inggris dan kemudian dia diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. “Mo Salah-lah-lah-lah, Mo Salah-lah-lah-lah.”

“Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku. Jika dia mencetak beberapa gol lagi, maka aku akan menjadi seorang muslim juga.” “Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku. Duduk di Masjid, itulah tempat di mana aku ingin berada,” jelas Hasanain Hasanain mendengungkan chant yang disambut tepuk tangan dari para jamaah.

“Ini luar biasa, Mo Salah, hanya dengan sepak bola, dia bahkan bisa dibilang berdakwah dengan kemampuannya, hal-hal seperti ini yang harus kita tiru,” ucap Hasanain menambahkan. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Ali BD : Peringatan Maulid Menajamkan Keimanan dan Kecintaan Terhadap Rasulullah

SELONG,DS-Mayoritas ummat Islam di Indonesia senantiasa memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *