Kamis , 17 Oktober 2019
Home / Religi / Tingkatkan Sinergitas Ulama dan Umaro
Sekda Lotim memberikan sambutan pada Rakerda MUI NTB di Pendopo BupatiLotim

Tingkatkan Sinergitas Ulama dan Umaro

SELONG,DS- Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Drs. Rohman Farly, MM, berharap adanya peningkatan sinergitas pemerintah dan ulama untuk mewujudkan masyarakat Lombok Timur yang adil, sejahtera, dan aman. Harapan itu diungkapkannya sebelum membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat.

Pada Rakorda yang berlangsung Sabtu, (21/09), di Pendopo Bupati Lombok Timur itu, Rohman mengakui sejauh ini pemerintah belum dapat memberikan perhatian lebih kepada MUI sebagai sebuah organisasi yang memiliki peran strategis dalam mengayomi ummat, utamanya mengakut pendanaan. Akan tetapi kedepan dengan pendekatan dan perencanaan yang lebih baik berpegang pada peraturan dan perundangan, ia berharap hal itu dapat lebih ditingkatkan.

Rohman juga mengaku kurang setuju dengan pemisahan peran antara pemerintah dan MUI, apalagi jika memperhatikan masyarakat daerah ini mayoritasnya adalah muslim. Ia bahkan mengusulkan keberadaan sebuah desa model yang berada di bawah naungan MUI sebagai rujukan pola hidup baik secara ekonomi, politik, mapupun sosial bagi desa-desa lainnnya. Hal tersebut diusulkan Sekda berangkat dari banyaknya desa model yang ada saat ini, dan belum ada yang berlandaskan syariah.

Sebelumnya Ketua MUI Pusat, Kyai H. Ahmad Shodiqun, menyampaikan MUI memiliki amanah berat untuk menjaga dan melindungi akidah ummat yang tidak dapat selesai hanya oleh satu pihak saja. Ia mengingatkan bangsa Indoensia yang memiliki banyak perbedaan sehingga harus ada benih-benih persatuan yang ditanamkan, meluruskan pemikiran dan pemahaman yang `bengkok`.

MUI sebagai sebuah organisasi yang dapat diterima secara luas memiliki perna penting untuk itu. Ia meyakini Rakorda ini menjadi bentuk komitmen MUI untuk menyatukan ummat tanpa mengeluh, meneruskan perjuangan para ulama di masa lalu, “Para Guru kita di masa lalu tidak pernah mengeluh, meski tanpa digaji, demi untuk membentuk ulama dan meneruskan perjuangan guru-guru mereka,” ungkapnya.

Rakorda yang berlangsung hingga Ahad (22/09) bertujuan meningkatkan peran serta para ulama, kerja sama dengan berbagai pihak,  merumuskan program unggulan, forum konsultasi dan wadah konsolidasi organisasi, juga sebagai forum diskusi tentang masalah keumatan. Rakorda ini dihadiri pula Forkopimda Lombok Timur, Ketua MUI NTB dan perwakilan MUI kabupaten/kota se-NTB.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hadapi MTB Provinsi, Lotim Siapkan 52 Kafilan

SELONG,DS- Menyambut Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII Tingkat Provinsi NTB tahun 2019 yang akan digelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: