Senin , 19 Agustus 2019
Home / Religi / Sholat Idul Fitri, Gubernur Paparkan NTB Gemilang
Gubernur NTB hadir pada sholat Idul Fitri di Masjid Hubbul Wathon IC

Sholat Idul Fitri, Gubernur Paparkan NTB Gemilang

MATARAM, DS – Gubernur NTB, Dr.Zulkieflimansyah, memaparkan jargon NTB Gemilang ketika memberikan sambutan pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Hubbul Wathon Islamic Center, Mataran, Rabu (5/5).

Shalat Idul Fitri itu sendiri menampilkan khatib TGH Abdul Aziz Sukarnawadi. Ribuan jamaah memenuhi areal Islamic Center sejak pk.06.00 wita. Dalam kesempatan itu, Gubernur menguraikan berbagai program pemerintahannya dihubungkan dengan puasa dan Idul Fitri.

Sementara itu khatib TGH Abdul Aziz mengajak umat Islam di Pulau Lombok memaknai Idul Fitri 1440 Hijriah untuk kembali bersatu dan menyambung tali silaturahmi. Momen ini harus dimanfaatkan untuk kembali bersama dan tidak terpecah-belah setelah melewati perhelatan demokrasi Pemilu 2019.

“Menyambung tali silaturahmi adalah penting karena tanpa silaturahmi yang kuat, maka iman dan ibadah seseorang kepada Allah menjadi hampa, tak bermakna dan teramat sia-sia,” ujarnya di sela-sela menyampaikan khutbah Idul Fitri seraya menceritakan kisah Hasan dan Husain.

Aziz menyatakan, kemenangan meraih takwa bagi umat islam setelah sebulan melaksanakan puasa ramadhan akan tidak bernila jika seorang muslim memutus tali silaturahmi. Oleh karena itu, Idul Fitri merupakan momentum untuk kembali menjalin silaturahmi yang pernah terputus baik karena jarak, karena kesalahpahaman, karena pemilu dan karena sebab apapun.

“Kunci terkabulnya ibadah adalah menyambung silaturahmi. Jadi, hakekat Idul Fitri adalah kesediaan kita untuk berbagi, berbagi permaafan sebelum orang memintanya. Saling memaafkan adalah kunci untuk merajut tali silaturahmi dengan kerabat dan saudara muslimnya,” tegasnya. “Pokoknya, kita wajib menyambung kembali silaturahmi untuk mewujudkan persaudaraan sejati, tanpa iri dan caci maki,” tambah Aziz.

Ia mengajak umat Islam memperkokoh persaudaraan, baik persaudaraan sesama umat (ukhuwwah Islamiyah), persaudaraan sebangsa (ukhuwwuh wathaniyyah) maupun persaudaraan sesama manusia (ukhuwwah Insaniyah).

“Tidak ada lagi sekat yang memisahkan, terutama faktor psikologis akibat sisa-sisa pemilu. Saatnya merajut kebersamaan untuk kemaslahatan bersama. Kerugian bangsa lain yang pecah akibat konflik harus dijadikan pelajaran berharga agar kita tidak jatuh pada kondisi yang sama,” tandas Abdul Aziz Sukarnawadi.RUL, ian.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Resmikan BLK Komunitas di Ponpes Darul Hikmah Karang Genteng Selly Ajak Santri Manfaatkan Teknologi dengan Bijak

MATARAM, DS – Workshop BLK Komunitas Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikmah di Karang Genteng, Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: