Sabtu , 23 November 2019
Home / Religi / Polres Mataram dan Ribuan Warga Sesela Gelar Shalat Istisqa TGH. Munajib : Kekeringan Panjang, Momentum Umat Islam Perbaiki Diri dan Meminta Maaf
Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam bersama TGH. Munajib Khalid berbaur bersama ribuan warga melaksanakan Shalat Istisqa di halaman Pasar Seni Sesela

Polres Mataram dan Ribuan Warga Sesela Gelar Shalat Istisqa TGH. Munajib : Kekeringan Panjang, Momentum Umat Islam Perbaiki Diri dan Meminta Maaf

MATARAM, DS – Polres Mataram bersama aparat desa Sesela serta ribuan warga menggelar Shalat Istisqa atau shalat minta hujan di halaman Pasar Seni Sesela, di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Minggu (13/10).

Shalat Istisqa yang didahului doa bersama tersebut digelar menyusul kemarau berkepanjangan. Hadir dalam shalat istisqa Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam, Kapolsek Gunungsari, Kades Sesela H. Abu Bakar, mahasiswa, pelajar serta organisasi kemasyarakatan di Wilayah Desa Sesela.

Shalat Istisqa dipimpin oleh Ketua Baznas Provinsi NTB TGH. Munajib Kholid yang langsung bertindak sebagai pembaca doa. “Melalui do’a bersama, dan shalat Istisqa, kami mohon kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan yang berkah. Agar sumur-sumur warga yang mengering, kolam-kolam ikan dan sawah-sawah yang kini tandus dan kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah di NTB dan wilayah Indonesia segera berakhir serta bangsa Indonesia aman damai,” ujar TGH.Munajib Kholid.

Shalat istisqa dilaksanakan dua raka’at sebagaimana shalat Id. Setelah itu, khatib menyampaikan khutbahnya dua kali. Dalam khutbah pertama, khatib akan membaca istighfar tujuh kali dan pada khutbah kedua sebanyak lima kali sebagai ganti bacaan takbir.

Dalam prosesi shalat istisqa, sang imam dan khatib akan meminta kaum muslimin untuk melakukan taubat atas berbagai kesalahan lalu bersedekah dan mendamaikan orang yang mungkin sedang berselisih. Sebagian ulama bahkan menjalankan puasa sunnah sebelum mengerjakan shalat istisqa.

Menurut Munajib, shalat istisqa yang dilakukan kali ini adalah upaya umat Islam untuk meminta hujan diturunkan. Apalagi, sejumlah lahan pertanian yang biasanya gembur dan sumber mata air yang biasanya banyak menghasilkan air kini mulai mulai kering. ”Shalat minta hujan ini diharapkan dapat mengakhiri musim kemarau yang cukup panjang pada tahun ini. Selain itu, mari kita perbaiki kesalahan kita baik pada sesama manusia, suami pada istri dan begitu juga sebaliknya. Yang utama momentum ini kita jadikan ajang saling memaafkan,”ungkap TGH. Munajib berharap.

Kepala Desa Sesela, H. Abu Bakar mengaku, jika di wilayahnya terdapat tiga dusun yang saat ini paling parah dilanda kekeringan. Yakni, dusun Kebun Indah, Bile Tepung, dan Cengok.

Menurut Abu Bakar, dampak dari kekeringan sebanyak kurang lebih 2000 jiwa mengalami kesulitan air. Akibatnya, produksi pertanian dan perikanan warga mengalami gangguan. “Khusus tiga dusun ini, hampir semua sumur warga tidak ada airnya sejak 1,5 bulan terakhir ini. Kami bersyukur begitu pak Kapolres, menginisiasi kegiatan ini tadi malam, langsung kita sambut baik dengan mengumpulkan ribuan warga,” ungkapnya.

Terkait droping air pada ribuan jiwa tersebut. Menurut Abu Bakar sementara pihaknya mengandalkan dari swadaya masyarakat. Hal ini lantaran, ia khawatir jika mengajukan program droping air pada pemda setempat, maka akan menimbulkan persoalan.

“Kalau di masyarakat ini yang kita jaga, kalau ada warga yang tidak dapat nanti akan ada konfrontasi. Apalagi, mobil tangki yang ada juga terbatas. Makanya, kami lakukan sendiri pendropingan melalui aparat dusun lainnya pada warga di tiga dusun tadi,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memohon kepada Tuhan agar wilayahnya khususnya dan bangsa Indonesia umumnya selalu diberikan kedamaian.

Hal itu menyusul, jika situasi kekeringan itu terus terjadi, dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. “Biasanya, seperti tadi kata pak Tuan Guru, kalau sudah masalah perekonomian warga terganggu, nanti ujung-ujungnya berpengaruh ke masalah kamtibmas. Makanya, kami lakukan analisa awal untuk mencoba melakukan kegiatan Shalat Istisqa ini adalah bagian dari mencegah munculnya kerawanan akibat ganguan cuaca ini,” ujar Kapolres.

Menurut Saiful, program pendropingan air bersih telah intensif dilakukan pihaknya. Polanya, kegiatan itu dilakukan oleh para Babinkantibmas yang melakukan inventarisasi dimana titik kekeringan di wilayah mereka masing-masing.

“Begitu ada laporan dan permintaan dari masyarakat, kami langsung turun ke wilayah itu, seperti yang sudah kami lakukan di kecamatan Narmada dan Lingsar. Yang pasti berbagai upaya mengatasi kesulitan warga dalam masa kekeringan ini akan terus kami lakukan. Harapan kita suasana kondusif masyarakat bisa terus terpelihara,” tandas Kapolres. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Bupati Hadiri Persembahyangan dan Pujawali Umat Hindu Pawang Timpas

Bayan, DS – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH menghadiri acara Pujawali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: