Senin , 23 September 2019
Home / Religi / Gus Muwafiq Ingatkan Umat Islam Agar Patuhi Pemimpin
Gus Muwafiq saat menyampaikan tausyiyahnya pada pengajian akbar Se-Abad Ponpes Al Halimy Sesela, kecamatan Gunungsari, Lombok Barat

Gus Muwafiq Ingatkan Umat Islam Agar Patuhi Pemimpin

LOBAR, DS – Dalam rangka perayaan Se-Abad Pondok Pesantren (Ponpes) Al Halimy yang dirangkai dengan Muktamar Pertama Persatuan Alumni Al Halimy (Palahy) menggelar pengajian akbar yang diisi oleh Gus Muwafiq asal Sleman, Yogyakarta.

Acara yang digelar di Aula Ponpes Al Halimy, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Selasa (8/7), itu dihadiri puluhan ribu santri, alumi dan tamu undangan.

Dalam ceramahnya, Gus Muwafiq meminta umat Islam agar tidak menjelek-jelekkan para pemimpinnya. Menurut Kiai asal Yogyakarta itu, sejatinya setiap manusia pasti memiliki sisi baik dan buruknya karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Begitu halnya dengan para pemimpin, tidak ada pemimpin yang sepenuhnya sempurna. Maka dari itu, tugas sebagai umat islam bukan mencari kesalahan atau keburukan orang lain, melainkan harus melengkapi sisi kekurangannya sehingga yang ada adalah iktikad baik untuk membangun bangsa dan agama secara bersama-sama.

“Sebagai generasi bangsa, saling memahami sisi kesalahan orang lain dan melengkapi kekurangannya adalah keniscayaan,” ujar Gus Muwafiq dalam tausyiahnya.

Selaras dengan hal itu, momentum Pemilihan Umum di Indonesia apapaun topiknya, baik itu Pilpres dan sebentar lagi Pilkada Serentak tahun 2020 hendaknya menjadi ajang adu gagasan dan adu program antar pemimpin. Bukan justru sebaliknya, yaitu saling hujat dan mencari kesalahan pemimpin yang lain.

Kyai Mufawiq meminta, hendaknya masyarakat tidak menjelekan dan mencari kesalahan masing-masing lawan politiknya. Yang harus dilakukan adalah berlomba-lomba mengadu gagasan.

“Pokokknya dalam kontestasi Pilkada itu jangan kita kepancing menjelekkan siapapun, karena pasti salah satu di antaranya akan menjadi pemimpin kita. Kalau kita jelek-jelekan nanti yang jadi adalah orang yang jelek, maka kita akan jelek di mata dunia. jangan jelek-jelekin pemimpin kita,” tegas Gus Muwafiq.

Kiai yang sempat menjadi Asisten Pribadi di era Presiden KH Abdurrahman “Gus Dur” itu juga menambahkan bahwa dalam mutakhir banyak pihak yang menjelekkan Pancasila. Padahal sebagai bangsa Indonesia, kita tidak akan mungkin terlepas dari Pancasila.

“Sekarang orang jelek-jelekin semua. Pancasila dijelek-jelekan, setiap hari padahala pakai Pancasila. Buktinya apa? Mereka kalau beli pakai uang, dan setiap uang ada stampel Pancasila. Jadi jangan jelek-jelekin Pancasila,” tandas Gus Muwafiq.

KH Ahmad Muwafiq yang juga populer dipanggil “Gus Muwafiq”, “Cak Afik”, atau Kiai Muwafiq, dan dikenal sebagai ulama muda NU yang memiliki pondok pesantren di Yogyakarta.

Pria kelahiran 1974 itu pernah menjalani masa studi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta 1990-2000, dan pernah menjabat sebagai Sekjen Mahasiswa Islam se-Asia Tenggara.

Selain ulama yang paham ilmu agama, Kyai Muwafiq juga mendalami berbagai ilmu lain, salah satunya ilmu sejarah dan peradaban yang disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah diterima.

Dalam berbagai ceramahnya, yang bisa diikuti melalui media sosial, seperti Youtube, ia selalu menekankan kepada kalangan generasi muda untuk memupuk rasa cinta Tanah Air.

Kepada generasi muda juga diingatkannya harus bangga dengan Islam Aswaja (Ahlus-Sunnah wal Jama’ah). RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Apresiasi Sedekah Seribu ala Warga Babakan

Mataram,DS- Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri penyerahan santunan Gerakan Sedekah Seribu (Gassibu) di Masjid …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: