Senin , 14 Oktober 2019
Home / Religi / CINTAI NKRI DENGAN SYUKUR DAN ISTIGHFAR
Gubernur NTB

CINTAI NKRI DENGAN SYUKUR DAN ISTIGHFAR

MATARAM,DS-Gubernur NTB,  Dr.  TGH.  M.  Zainul Majdi mengajak seluruh masyakat, utamanya umat Islam  untuk senantiasa bersyukur atas anugerah yang dilimpahkan Allah SWT, yakni nikmat iman Islam dan nikmat bisa menjadi bagian dari NKRI dan bangsa Indonesia yang besar ini.

“ Menghadirkan dan menanamkan kesyukuran atas setiap nikmat Allah tersebut berarti juga menanamkan sebuah kecintaan terhadap Bangsa Indonesia ini,” ujar gubernur yang lebih akrab disapa Tuan Guru bajang (TGB) itu ketika mengisi Tabligh Akbar bersama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Brebes-Jateng, di Kompleks Masjid Ponpes Al-Hikmah, Selasa malam (19/12/2017). Pada saat itu Gubernur TGB menguraikan tafsir Al-Qur’an dalam Surat Al-Mursalat yang sebelumnya  dibacakan dengan lantunan yang sangat syahdu oleh ratusan santriwati di Ponpes Al-Hikmah tersebut.

Dalam pandangannya,  kecintaan terhadap NKRI harus diwujudkan dengan cara meneladani  apa yang ditunjukkan oleh Allah dan Rasulnya.  Maka jalan untuk mencintai Indonesia adalah dengan menghidupkan dan menjalankan  sunnah-sunnah dan kecintaan terhadap nabi Muhammad SAW.

Selain itu dengan banyak beristighfar, memohon ampun kepada Allah. Sebab, kata TGB,  Allah akan menjaga kita dan bangsa ini selama masih banyak di antara kita  yang beristighfar kepada Allah.

“Bahwa mencintai Republik ini dan menjaganya bukan hanya sekedar ucapan dan kata-kata,  melaikan kita harus mengadirkan Rasul di tengah-tengah kita dan mari kita perbanyak istigfar,” ujar Gubernur yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Indonesia itu.

Gubernur TGB kemudian menjelaskan bahwa  di dalam Surat Al-Mursalat  terdapat satu ayat sebagai penggugah dan pengingat agar sebagai manusia bisa terus sadar dan waspada terhadap diri sendiri. “Bahkan di dalam empat ayat dari surat itu,  seharusnya membuat kita bisa banyak bersyukur kepada Allah SWT,” katanya.

Lebih lanjut TGB menjabarkan bahwa  dilihat dari proses penciptaan manusia yang diawali dengan setetes air yang tidak diperhitungkan, kemudian setetes air tersebut di simpan dalam tempat yang kokoh yaitu rahim, dan berkembang hingga batas  waktu yang ditentukan, kemudian lahirlah ke dunia. Maka tidak ada ruang dalam setiap tarikan nafas ini untuk tidak bersyukur. “Semua yang kita lewati di dunia ini telah ditetapkan Allah dan Allah lah sebaik-baik yang menentukan dan menetapkan,” tuturnya.  hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Tingkatkan Sinergitas Ulama dan Umaro

SELONG,DS- Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Drs. Rohman Farly, MM, berharap adanya peningkatan sinergitas pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: