Jumat , 15 November 2019
Home / Religi / Bupati Hadiri Persembahyangan dan Pujawali Umat Hindu Pawang Timpas
Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH menghadiri acara Pujawali dan Persembahyangan Bersama PHDI dan Pakraman di Pura Dalem Dusun Pawang Timpas Desa Akar-akar Kecamatan Bayan

Bupati Hadiri Persembahyangan dan Pujawali Umat Hindu Pawang Timpas

Bayan, DS – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH menghadiri acara Pujawali dan Persembahyangan Bersama PHDI dan Pakraman di Pura Dalem Dusun Pawang Timpas Desa Akar-akar Kecamatan Bayan, Senin (28/10).

Di hadapan PHDI dan Pakraman Desa Adat Pawang Timpas, Bupati Dr. H. Najmul Akhyar mengawali sambutan mengungkapkan perasaan bahagia bisa berbaur dengan Jamaah PHDI dan Pakraman Pawang Timpas dalam rangka persembahyangan bersama umat hindu setempat pada hari ulang tahun Pura Dalem Dusun Pawang Timpas.
“Saya merasa bahagia berada di tengah-tengah bapak/ibu yang hari ini melakukan persembahyangan hari ulang tahun pura yang ada ditempat kita ini,” ungkapnya.

Ditambahkan Najmul, tentu acara pujawali termasuk suatu ibadah yang mengandung nilai sangat besar dalam rangka terus memupuk kedekatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Hyang Widy Yase.

Selaku Kepala Daerah, Najmul Akhyar juga mengapresiasi masyarakat yang menunjukkan sikap baik dalam beragama lantaran kedekatan kepada agama adalah ciri masyarakat beragama hindu di bumi Tioq Tata Tunaq.

Menurut orang nomor satu di Lombok Utara ini, sudah saatnya semua pihak menata hidup ke depan. Pendidikan dari sisi apapun yang bertujuan meningkatkan karakter anak muda umat hindu di Kabupaten Lombok Utara (KLU) pemerintah daerah pasti mendukung. Ia juga mengakui umat Hindu memiliki peran yang besar dalam pembangunan KLU dalam pelbagai aspeknya.

Oleh karena itu, di manapun ia berada tidak pernah lupa menyampaikan terima kasih kepada umat Hindu. Khusus terkait Pura Dalem, ia mengajak umat hindu setempat berikhtiar bersama-sama dalam rangka renovasi atau perbaikan tempat ibadah tersebut.

“Tyang (saya, red) mengirimkan 100 sak semen dengan tujuan agar kita segera mulai pembangunan pura ini,” ajaknya.
Bupati Najmul Akhyar pun lantas menceritakan kembali bahwa pihaknya masih ingat ketika dulu pernah mengeluarkan surat edaran, tetapi ternyata disalah artikan. Surat itu diartikan kepala daerah melarang umat Hindu untuk beribadah. Pesan sebenarnya dari surat edaran itu berisi ajakan untuk sementara hal-hal yang bersifat administratif proses pembangunan pura tersebut agar diselesaikan terlebih dahulu pengurusannya.

“Saya sangat tidak ingin ketika saudara saya umat Hindu beribadah lalu ada yang mengganggu persembahyangan karena alasan-alasan yang belum kita selesaikan. Maka untuk itu saya ingin mengajak ketua PHDI untuk bicara supaya masalah ini tidak ngambang dan segera ada solusi yang terbaik,” tutur bupati.

Dalam pada itu, Ketua PHDI Kecamatan Bayan I Made Jaya dalam sambutannya menguraikan beberapa potensi yang dimiliki umat hindu setempat. Hampir 90 persen penduduk hindu di Dusun Pawang Timpas menjadi petani yang tangguh.
Lebih lanjut diuraikan I Made Jaya, bahwa masyarakat setempat terbagi dalam 4 banjar dengan jumlah 106 KK serta 3 pura (Pura Desa, Pure Dalem, dan Pura Pemujaan).

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan doa bersama. (sta/humaspro).

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur NTB Bersama ASN dan Siswa di Mataram Shalat Minta Hujan

MATARAM,DS-Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, bersama jajarannya dan siswa di Kota Mataram melakukan shalat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: