Minggu , 22 September 2019
Home / Religi / Ali BD, Tuan Guru Tak Bergelar Tuan Guru
Dr.Asmuni (tengah) ketika menjadi narasumber pada bedah buku di Labuhan Haji

Ali BD, Tuan Guru Tak Bergelar Tuan Guru

SELONG,DS-Keberadaan DR. H. Moch. Ali Bin Dachlan tak lepas dari sorotan para tokoh di luar daerah. Salah satunya adalah Dr. Asmuni, dosen pasca sarjana UII Yogyakarta, yang memantau sepak terjang mantan wartawan dan pegiat LSM asal Dasan Geres atau Kelurahan Geres (sekarang) Kecamatan Labuhan Haji ini.

Saat menjadi narasumber acara bedah buku yang mengangkat figur Ali BD di Labuhan Haji, Sabtu (4/3), Dr. Asmuni mengungkapkan sangat sulit memahami sosok Ali BD yang memiliki kemampuan di banyak bidang keilmuan. Meskipun, hidup di Lombok Timur yang jauh dari masifnya pemberitaan media.

Baginya, sosok Ali BD adalah ilmuwan, sejarahwan dan layak disematkan gelar Tuan Guru sebagaimana para tokoh agama di Lombok. Sebab, dari sisi keilmuan, Ali BD memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidang sosial, sejarah dan pemahaman agamanya tidak bisa dipandang rendah. Meskipun, Ali BD tidak pernah mengenyam pendidikan di Timur Tengah.

Bukti nyata ketokohan Ali BD terlihat dengan penerapan Perda Zakat di Lombok Timur yang diprakarsainya sejak masa pemerintahannya terdahulu. Kegigihan Ali BD yang tidak dipanggil Tuan Guru tersebut dalam menegakkan Perda Zakat di Lombok Timur yang terkenal dengan banyak tuan gurunya tidak mungkin didasarkan dengan pengetahuajn agama yang dangkal.

“Selayaknya, penegakkan Perda Zakat harus disuarakan para tokoh agama yang jumlahnya sangat banyak di Lombok yang terkenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Namun, yang menggaungkannya Ali BD yang tidak pernah dipanggil Tuan Guru. Tapi, itulah Ali BD yang memiliki pengetahuan yang cukup tinggi di banyak bidang keilmuan,” ungkapnya.

Disampaikannya, zakat mulai terdengar di Lombok Timur dan mulai menasional di sekitar tahun 2003 dengan pemberitaan yang secara masif akibat munculnya sikap kritis sebagian masyarakat di Lombok Timur. Dan saat ini, pengelolaan zakat di Lombok Timur telah menjadi acuan bagi daerah lainnya.

Selain memuji keberhasilan Ali BD dalam menjalankan program zakat di Lombok Timur, Dr. Asmuni juga bahkan menganggap Ali BD terlambat menjadi Bupati Lombok Timur. Sebab menurutnya, jika Ali BD telah sejak awal menjadi Bupati Lombok Timur, daerah dengan sebutan Gumi Selaparang ini dipastikan sudah bergerak lebih maju dari kondisi yang ada saat ini.

Sanjungan tinggi terhadap Ali BD itu didasarkan pada kepribadian yang dimiliki sosok yang digadang-gadang akan siap bertarung dalam pilkada NTB tahun depan ini yang dinilai memiliki sifat air yang membersihkan, api yang membakar kemalasan yang ditunjukkannya dengan menginginkan percepatan dalam setiap program pembangunan yang diusungnya, langit yang bermakna siap melindungi, tanah yang dimaknakan sebagai sosok yang siap memberi sebagaimana dengan kebiasaannya yang memberi bantuan tanpa berfikir panjang dan sifat seperti bulan yang tenang dan selalu tersennyum ramah.

“Ali BD itu pemimpin yang luar biasa. Andai saja beliau berada di Jakarta, mungkin gaungnya akan semakin luar biasa. Beliau pekerja keras yang pantang menyerah. Pidatonya singkat tapi padat, lemah lembut, bahasa yang digunakan mudah difahami dan selalu berbicara sesuai fakta,” sanjung Dr. Asmuni. krisma ag

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hadiri Peletakan Batu Pertama, Gubernur Serahkan Bantuan Pembangunan Masjid di Labulia

Lombok Tengah, DS- Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri acara peletakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: