Jumat , 13 Desember 2019
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc saat menghadiri acara peringatan Maulid di Labangka, Kabupaten Sumbawa

Maulid, Dimensi Sosial Dalam Beribadah

Kabupaten Subawa – Apa pesan moral dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW? Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc saat menghadiri acara peringatan Maulid di Labangka, Kabupaten Sumbawa, Jumat (15/11/2019), gubernur menyampaikan pesan moral tentang ibadah sosial.

Pesan yang disampaikan adalah untuk mendapatkan perhatian dari Rasulullah, tidak hanya dengan cara ibadah formal namun butuh melakukan kegiatan sosial yang berguna untuk masyarakat.

“Kadangkala untuk dirindukan oleh Rasul kita, kita tidak hanya harus datang ke masjid, tidak harus hitam jidat kita, tidak selalu harus berpuasa Senin dan Kamis, tapi kadang-kadang Rasulullah pun rindu pada mereka-mereka yang punya akhlak sosial yang menghadirkan manfaat buat anak yatim, orang miskin, dan sesama manusia,” tuturnya.

Orang nomor satu di NTB ini mengatakan bahwa semua yang kita punya tidak akan berguna jika masih ada orang-orang yang masih serba kekurangan berada di sekitar kita.

“Apa gunanya kita punya pondok besar, apa gunanya kita punya masjid besar, apa gunanya kita sering hatam Al-Qur’an, apa gunanya kita sering melakukan ibadah-ibadah yang lain kalau masih ada masyarakat miskin di sekitar kita, banyak anak yatim menangis setiap hari,” terangnya seraya menambahkan bahwa Rasulullah menitipkan rindunya pada mereka-mereka yang peduli pada akhlak-akhlak yang berdimensi sosial.

“Mari kita budayakan figur besar bernama Muhammad itu, bukan hanya mengingat puasanya, bukan hanya mengingat masjidnya, tapi mengingat bahwa Rasulullah mencintai anak yatim,” ajaknya.

Ia kemudian menceritakan sebuah kisah seorang ulama yang diminta menemui seorang laki-laki yang berada jauh dengan ulama tersebut.

“Ada seorang ulama di Maroko, ia bermimpi bertemu Rasulullah dan diminta untuk menemui seseorang di Mekah, ciri-cirinya disebutkan dalam mimpinya tersebut. Karena didatangi berkali-kali, ia mencari laki-laki itu ke mekah,” tuturnya.

Sesampainya di Mekah, ia menanyakan laki-laki dengan ciri-ciri tersebut. Ketika bertemu, ia terheran dengan laki-laki yang berpenampilan biasa namun mendapatkan salam rindu dari Rasulullah.

Ia menanyakan ibadah-ibadah apa yang telah dikerjakan oleh laki-laki tersebut. Ternyata, ibadah yang dilakukan hanyalah ibadah biasa. hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Ingatkan Masyarakat Ikut Jaga Kondusivitas Daerah

Lombok Tengah – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah disambut dengan lantunan sholawat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: