Berbagi Berita Merangkai Cerita

Rektor UNU Bongkar Sosok Ali BD

261

Baiq Mulyanah ketika menjadi pemateri pad launching buku “Ibuku Sayang” karya Ali BD

LOBAR,DS-Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Baiq Mulyanah, membongkar sosok Ali BD. Istri (alm) TGH Taqiudin Mansyur itu merinci beberapa bagian dari tipikal “Sang Pendobrak” pada launching buku terbitan LPPM UGR di Hotel Jayakarta, Rabu (30/12).

Baiq Mulyanah menilai Ali sebagai sosok yang tegar dengan keputusannya. Ali tidak terpengaruh tekanan, apalagi pendapat orang. Ketika suatu kali di Jakarta dalam sebuah pertemuan yang menghadirkan Gus Dur dengan tokoh-tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berlangsung, Ali menjadi sorotan. Kenapa?

Ketika acara sedang berlangsung, Ali ingin pamit. Namun, dia hanya pamit kepada Gus Dur dan tidak kepada tokoh lain. Mengapa hanya pamit kepada Gus Dur? Dalam pandangannya, kemungkinan di lingkungan itu Ali hanya memanuti Gus Dur.

Baiq Mulyanah sendiri mengaku mendengar kejadian itu dari suaminya (alm) Taqiudin Mansyur yang digarisbawhi sebagai sebuah karakter yang konsisten dan ditunjukkan secara terang-terangan.

Dalam soal lain, sikap-sikap sepeti ditunjukkan seperti tidak mau berbohong. Ali terikat dengan kejujuran. Sebuah sikap yang sebetulnya sangat diharapan menjadi bagian dari jati diri suku bangsa Sasak.

Sebutlah dimasa orba ketika Ali dimata-matai aparat keamanan. Segala gerak-geriknya diketahui dan Ali membenarkan apa yang dikatakan walau sebenarnya bisa saja membantah.

Mencermati karya-karya cerpen Ali BD, Baiq Mulyanah, memaparkan adanya kegelisahan dalam diri Ali berkenaan dengan fenomena tercerabutnya jati diri masyarakat Sasak. Ada bagian-bagian yang hilang dari citra Sasak yang sesungguhnya.

Ia mencontohkan pula apa yang dialaminya ketika pergi ke Jawa. Dalam pandangan orang luar, orang Sasak seakan-akan tidak sekolah.  Kesan terpinggirkan dari jagat pergaulan ini membuatnya menjadi miris. Karena itu, ia berharap orang Sasak harus bangkit bersama untuk menunjukkan identitas suku bangsa Sasak dengan karakter Islam yang mencintai dunia pendidikan.

Menurut Baiq Mulyanah, apa yang diampaikan Ali BD dalam karya tulisnya merupakan gagasan-gagasan yang menarik karena menjadi sebuah refleksi dari sebuah gerakan. Sementara ini, kata dia, muncul fenomena orang Sasak kehilangan identitas kulturalnya.

Walau mengaku gelisah sebagai orang Sasak karena Lombok sering diidentikkan dengan hal hal yang berbau kemunduran, ia mengaku sangat berkeinginan menunjukkan bahwa orang Sasak itu memiliki keunggulan yang bisa diperhitungkan.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.