Berbagi Berita Merangkai Cerita

Rekayasa Arus Lalin Mulai Diberlakukan, Polda NTB Imbau Masyarakat Hati-hati Lewati Jembatan Meninting

55

FOTO. Inilah jembatan Meninting yang putus akibat dampak banjir bandang yang menerjang Lobar. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Jembatan Meninting bagian bawah timur putus akibat terjangan banjir, Senin (6/12). Hingga Selasa (7/12), terpantau akses lalu lintas menuju Kota Mataram ke Senggigi, Lombok Barat masih lumpuh alias belum normal. Akibatnya, aparat kepolisian mulai memberlakukan penutupan jalur tersebut untuk menghindari pengendara yang nekat menerobos.

“Untuk sementara waktu jembatan meninting bagian bawah kita tutup, agar tidak terjadi korban jiwa, akibat patahnya jembatan Meninting tersebut,” kata Direktur Lalulintas Polda NTB Kombes Pol Djoni Widodo pada wartawan, Selasa (7/12).

Rekayasa lalulintas yang dilakukan untuk sementara waktu. Pihaknya melakukan kanalisasi atau pemisahan jalur menjadi dua lajur, yaitu lajur kiri dan kanan pada jembatan atas, guna memperlancar arus lalulintas dari arah selatan menuju utara dan juga sebaliknya.

Kendati demikian, Kombes Djoni mengimbau masyarakat yang hendak melintas melalui jembatan tersebut, untuk tetap berhati-hati dan mengurangi kecepatan serta meningkatkan kewaspadaan.

“Hal ini guna mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas,” ucap dia.

Sementara itu, jalur Senggigi dan Pusuk, tetap dinormalkan, dengan catatan warga yang hendak melintas, melewati jalur itu, untuk tetap berhati-hati.

Kendaraan yang bobotnya melebihi 6 ton untuk sementara waktu dilarang melintas di dua jalur tersebut, mengingat di Pusuk Rawan Longsor karena masih dalam pengerjaan, dan jalur Senggigi masih ada tebing jalan yang belum sempurna diperbaiki. Yakni, tebing jalan yang ada di tanjakan Makam Batulayar, tanjakan Cafe Alberto dan tanjakan Hotel Pacifik.

“Sementara jalur utara, yakni Senggigi dan Pusuk dinormalkan, kecuali kendaraan besar yang bobot atau bebannya melebihi 8 ton ke atas dilarang melintas guna menghindari lakalantas pada daerah rawan longsor,” jelas Kombes Djoni.

“Untuk kendaraan barang yang hendak ke Lombok Utara atau ke Mataram, kita minta sebaiknya menggunakan kendaraan kecil demi keamanan,” sambung dia. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.