BSK Samawa

Realisasi Pembangunan Proyek MUTIP di Mandalika Tembus Rp 623,6 Miliar

FOTO. Para pekerja terlihat terus mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur dasar di kawasan KEK Mandalika di Kabupaten Loteng. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Kendati masih dalam situasi pandemi Covid-19, proyek pembangunan infrastruktur dasar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika melalui Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (MUTIP) yang dilakukan (ITDC), terus berjalan sesuai rencana dan target.

Program MUTIP dibiayai sepenuhnya oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan merupakan pembiayaan pertama secara standalone (mandiri) yang dilakukan AIIB di Indonesia dan secara global merupakan pembiayaan pertama AIIB bagi kegiatan pembangunan infrastruktur pariwisata.

Saat ini, realisasi pembangunan mencapai 36,82%, atau setara dengan Rp 623,6 miliar dari total kontrak MUTIP Paket I dan II sebesar Rp 1,7 triliun. Capaian realisasi ini diperoleh dari akumulasi sejumlah pekerjaan yang masuk dalam MUTIP Paket I dan II yang mencakup area seluas 450 hektar di KEK Mandalika, antara lain pembangunan jalan akses sebanyak 20 ruas jalan dengan total panjang 15,50 KM, jalur pejalan kaki (pedestrian), saluran drainase, box utility sepanjang 6000 m, penerangan jalan umum (PJU), pagar kawasan, enam area parkir, dan landscaping.

“Serta, pekerjaan pembuatan gerbang timur dan barat kawasan. Di mana, ke-20 ruas jalan akses ini merupakan jalan akses penghubung antar satu spot pariwisata dengan spot pariwisata lainnya di dalam Kawasan The Mandalika,” ujar Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer pada wartawan, Minggu (10/4).

Menurut Abdulbar, saat ini pekerjaan jalan pada ruas-ruas tersebut dalam proses pembuatan saluran, proses rigid pavement (pembetonan), curing, dan pemasangan lampu penerangan.

Sementara, pembangunan enam area parkir di The Mandalika, yaitu berlokasi di area barat sebanyak satu area parkir, zona timur Kawasan sebanyak tiga area parkir, di zona selatan Sirkuit ada satu area parkir dan di zona utara sirkuit terdapat satu area.

Sebagian area parkir ini juga telah dimanfaatkan oleh para pengunjung saat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) pada 18-20 Maret 2022 lalu.

“Untuk, progres pembuatan gerbang timur mencapai persiapan pemasangan atap dan gerbang barat telah memulai persiapan pembangunan pondasi,” kata dia.

Abdulbar mendaku, bahwa pengembangan Mandalika, merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Tentunya, memerlukan dukungan kesiapan infrastruktur dasar untuk menarik minat investor masuk dan turut membantu percepatan pembangunan kawasan.

“Dan pembangunan infrastruktur dasar ini memerlukan pendanaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada AIIB atas dukungan pendanaan MUTIP yang membantu kami menyediakan infrastruktur dasar yang dibutuhkan sesuai dengan prioritas yang telah kami tetapkan. Kami gembira bahwa di tengah pandemi, pekerjaan Paket I dan II MUTIP terus berprogres dan sekarang ini telah mencapai 36,82% yang setara dengan Rp 623,5 Miliar,” jelas dia.

Abdulbar menyebut, kepastian pendanaan MUTIP dari AIIB diperoleh ITDC pada akhir 2018, dan proyek konstruksi dimulai pada Kuartal I 2021 melalui penandatanganan kontrak Paket I dan II bersama kontraktor terpilih melalui proses pengadaan yang menggunakan metode international open competitive tender.

Setelah melalui berbagai persiapan konstruksi, pekerjaan konstruksi pun mulai bergulir pada Kuartal II 2021.

“Dengan pengalaman kontraktor terpilih dalam membangun berbagai proyek infrastruktur nasional maupun internasional, kami optimis dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan Paket I dan II MUTIP pada 2023 sesuai target yang telah direncanakan,” ungkap Abdulbar.

ITDC sendiri telah memulai percepatan pembangunan The Mandalika sejak 2016 dan saat ini telah terbangun infrastruktur jalan utama kawasan sepanjang 4,1 km beserta fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti Masjid Nurul Bilad dan Kuta Beach Park berikut beach facilities-nya dengan menggunakan pendanaan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2015 sebesar Rp 250 Miliar.

Selain itu, guna semakin meningkatkan kelengkapan infrastruktur dasar, ITDC juga telah mengerjakan sejumlah proyek dengan dukungan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui skema National Interest Account (NIA) dengan total plafond fasilitas maksimum sebesar Rp 1,2 Triliun.

Abdulbar merincikan bahwa ada empat proyek besar yang didanai oleh LPEI, yaitu proyek infrastruktur dasar Sirkuit dan Non Sirkuit, pembenahan Bazaar Mandalika dan pembangunan Pullman Mandalika Merujani Resort.

Nantinya, melalui dukungan NIA akan dilakukan untuk ground working Sirkuit ditambah PMN tahun 2020 sebesar Rp 500 Miliar dan Sindikasi pendanaan dari Himpunan Bank Negara (HIMBARA).

Dipastikan, kata dia, pihaknya telah menyelesaikan pembangunan salah satu infrastruktur iconic di The Mandalika yaitu Mandalika International Street Circuit (Pertamina Mandalika Circuit), yang telah menjamu event balap motor kelas dunia World Superbike (WSBK) pada November 2021 dan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) pada Maret 2022.

“Kami memiliki komitmen untuk menuntaskan percepatan pembangunan The Mandalika sebagai the next destination di Indonesia, sesuai penugasan yang dipercayakan Pemerintah. Untuk itu kami mohon dukungan dari masyarakat dan seluruh stakeholders, agar pembangunan yang dilakukan di The Mandalika dapat berjalan dengan lancar dan baik di tengah segala tantangan yang ada,” tandas Abdulbar. RUL.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.