Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ratusan PMI Malaysia Tiba di Bandara, NTB Berlakukan Karantina

83

Ratusan PMI Malaysia tiba

MATARAM, DS – Kepulangan sebanyak 219 PMI asal berbagai wilayah di NTB yang tiba dari negara Malaysia terus dipantau oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat. Tercatat, sejak Kamis (29/5) hingga Jumat (30/4) lalu, sebanyak 219 PMI bersama dua anak PMI tiba secara bertahap di Bandara Internasional Lombok (BIL)

“Jumlah total yang pulang 219 orang, dari Malaysia. Dua tahap pada Kamis 55 orang dan Jumat 164 orang PMI. Melalui Bandara BIZAM Lombok Tengah,” ujar Kepala Disnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi, Sabtu (1/5).

Menurut mantan Kadis Kominfotik NTB itu, para PMI yang pulang berasal dari sejumlah daerah di NTB antara lain Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Dompu dan Bima.

Setibanya di Bandara Internasional Lombok, sebanyak 219 orang PMI tersebut diperiksa kesehatannya oleh petugas KKP dan dokumen keimigrasiannya bagi PMI penerbangan internasional.

Selanjutnya, para PMI didata oleh petugas Help Desk UPT BP2MI Mataram untuk kemudian pulang secara mandiri dengan kewajiban melapor ke desa setempat setibanya di daerah asal sebagaimana protokol pencegahan Covid-19.

“Sementara, PMI yang pulang melalui jalur internasional diserahkan kepada Satgas Covid Pemprov NTB dan Pemda setempat untuk dilakukan Swab/PCR test dilanjutkan dengan menjalani karantina,” kata Gede.

Ia menuturkan, sebagaimana Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19, No.8, tahun 2021, tentang protokol kesehatan perjalanan orang dalam masa Pandemi Covid-19, pelaku perjalanan dari luar negeri (WNI) diwajibkan untuk dilakukan Swab/PCR test setibanya di Indonesia dan dilakukan karantina selama 5 hari sebelum dilakukan Swab/PCR test ulang.

Gede memaparkan, pada Jumat 30 April 2021, jenazah seorang PMI yang meninggal dunia di Malaysia juga tiba di Bandara Lombok.

Jenazah dengan identitas Anom Bolono, warga Montong Sarak, Desa Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur diketahui meninggal di Malaysia akibat sakit serangan jantung.

“Jenazah dipulangkan menggunakan pesawat Lion Air, rute Pontianak- Jakarta- Lombok. Setibanya di Bandara Internasional Lombok, Jenazah diantarkan menggunakan Mobil Jenazah UPT BP2MI Mataram untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga disaksikan Kepala Wilayah setempat,” jelasnya.

Gede menjelaskan, PMI yang meninggal dunia diketahui berangkat secara non prosedural.

Selama tahun 2021, berdasarkan data dari BP2MI terdapat 28 PMI unprosedurall yg pulang dlm kondisi meninggal dunia. Sehingga hal ini menjadi perhatian serius Pemprov NTB.

“Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi NTB, terutama Gubernur dan Wakil Gubernur telah memerintahkan untuk merumuskan solusi, mengatasi/mencegah PMI illegal, serta memikirkan peluang kerja para PMI selanjutnya. Ini yang akan kami optimalkan ke depan,” tandas Gede Aryadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.