Berbagi Berita Merangkai Cerita

“RANTANG SALAM” Upaya Selly-Manan Sisir Lansia Tak Mampu di Mataram

31

MATARAM, DS -Bakal calon Walikota Mataram dan Wakil Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan kembali menggebrak dengan program kemanusiaan.

Pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera ini meluncurkan program “RANTANG SALAM” yang merupakan program memberi makanan gratis setiap hari untuk orang lanjut usia tidak mampu dienam kecamatan Kota Mataram.

Inilah program Rantang Salam Selly-Manan

Launching program “RANTANG SALAM” dilakukan di Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Selasa (1/9). Makanan tersebut dikemas dalam rantang makanan higienis berwarna hijau. Rantang tersebut berisi makanan lengkap yang kemudian diantarkan langsung ke rumah para Lansia yang tidak mampu tersebut secara cuma-cuma.

Relawan pasangan Selly-Manan menyiapkan ojek online untuk mengantarkan makanan tersebut. Begitu seterusnya untuk setiap hari. Antara lain kemarin makanan tersebut diantar ke sejumlah keluarahan seperti Pejeruk, Jempong, Taman Sari, Banjar, Dayen Peken, dan sejumlah keluarahan lain di Ampenan. Tiap rantang makanan telah bertuliskan nama dengan alamat lengkap Lansia yang akan mendapatkannya.

 “Ini salah satu program untuk kesejahteraan masyarakat. Terutama masyarakat Lansia 70 tahun dan merupakan keluarga prasejahtera,” ujar Hajjah Selly kepada awak di sela launching program ini.

  Mantan Kadis Perdagangan NTB itu, mengungkapkan, program ini dilaunching di Ampenan karena rupanya di setiap kelurahan di Ampenan, masih ditemukan masyarakat yang hidupnya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.


                Usai launching, Selly memang menemui langsung salah seorang Lansia yang mendapatkan “RANTANG SALAM” ini. Lansia tersebut bernama Inaq Ili. Tinggal di Kampung Banjar. Kondisi rumahnya begitu memprihatinkan. Benar-benar rumah tidak layak huni.


                Kondisi kesehatan Inaq Ili juga memprihatinkan. Perempuan tersebut hanya tergeletak di selembar kasur tipis di dalam rumah yang pengap, gelap, dan membutuhkan pencahayaan terus menerus dari satu bola lampu meski siang hari.  Inaq Ili tak menyangka, bahwa dia akan mendapat perhatian. Di tengah ketidakberdayaannya dia menyampaikan rasa syujur dan ucapan terima kasih yang tiada tara.
                Melihat kondisi Inaq Ili, Selly benar-benar tidak bisa berkata-kata. Matanya sembab. Terlihat betul, Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 tersebut membendung tangis.

Menurut dia, ada yang tidak berjalan dalam sistem pemerintah di Kota Mataram. Sehingga masih ada warga seperti Inaq Ili. Menurutnya, pasti telah terjadi kekeliruan pendataan. Dan kondisi tersebut tidak hanya menimpa Inaq Ili. Melainkan menimpa banyak Lansia lain di Mataram.

“Padahal ktia tahu, selama ini ada program dari Pemerintah Pusat dan provinsi untuk mewujudkan hunian layak huni untuk masyarakat tidak mampu,” katanya. Nyatanya, di Kelurahan Banjar banyak ditemukan warga yang masih tinggal di tempat yang tidak layak seperti Inaq Ili. “Karena itu, nanti manakala Selly-Manan diberi amanah oleh masyarakat untuk memimpin Kota Mataram, maka tidak akan ada lagi rumah kumuh seperti ini,” tandasnya.

Dia menegaskan ingin masyarakat Mataram berbahagia karena pemimpinnya adalah pelayan masyarakat. Bukan pemimpin yang hanya duduk di kursi emas. Bukan pemimpin yang hanya mau diagung-agungkan. Tapi setiap hari masyarakatnya justru penuh dengan kekurangan. Penuh dengan hidup yang begitu timpang.

Selly menegaskan, program Mataram Berkah dan Cemerlang yang disiapkan Selly-Manan bukanlah janji kosong. Tapi program nyata untuk masyarakat. Bukan pula janji politik. Namun, ikhtiar nyata yang sudah dilakukan.

Ditegaskannya, dirinya adalah birokrat. Bukan politisi. Karena itu, Hajjah Selly bertekad membawa jalan politik yang kini ditempuhnya ke jalan jalan yang lurus. Bukan politik dengan janji-janji kosong.

“Jangan janji melulu sekian tahun. Tapi kenyataannya malah sampai hari ini setelah sekian tahun malah kenyataannya kosong,” tandasnya.
 
Ekonomi Pro Rakyat
 
Program “RANTANG SALAM” akan dilakukan merata di enam kecamatan di setiap lingkungan. Basis pendataan program ini melibatkan Keta RT di setiap lingkungan. Sehingga mereka yang menerima program ini benar-benar yang berhak.

Dalam hal ini, nantinya jika Selly-Manan memimpin Kota Mataram, maka setiap Ketua RT akan mendapatkan insentif. Akan mendapatkan reward dari pemerintah. Karena mereka menjadi ujung tombak pendataan yang benar.

Di sisi lain, program RANTANG SALAM ini juga merupakan program ekonomi yang pro rakyat. Antara lain karena melibatkan transportasi ojek online. Kebetulan kata Selly, para ojek online tersebut juga memiliki motto “Salam Satu Aspal”.

“Ini tepat sekali dengan program ke masyarakat yang kami siapkan,” katanya. Makanan untuk RANTANG SALAM juga dipesan di warung-warung makan. Sehingga juga mengidupkan warung makanan di masyarakat. Warung yang dilibatkan pun akan berbeda setiap hari. Dengan begitu, menu makanan pun akan bervariasi. Namun dipastikan memenuhi standar gizi kebutuhan dan juga higienitasnya.

“Dengan begitu, program ini kami hajatkan pula benar-benar merupakan wujud nyata ekonom yang pro rakyat,” kata Hajjah Selly.

Di sisi lain, nantinya para Lansia ini juga akan mendapat layanan program kesehatan kesehatan gratis. Puskesmas di Kota Mataram akan disiapkan menjadi ujung tombak layanan kesehatan untuk para lansia tersebut. Antara lain dengan memastikan setiap puskesmas memiliki ambulans yang lengkap. Ambulans itu akan rutin turun ke masyarakat. Sehingga bukan hanya berada di garasi puskesmas terus menerus. “Kita siapkan layanan kesehatan yang benar-benar paripurna,” tandasnya.

Dia menegaskan kembali bahwa Selly-Manan tidak akan membiarkan ada masyarakat Kota Mataram yang hidupnya memprihatinkan. “Masyarakta Kota Mataram sudah cerdas. Nggak bisa diajak main-main lagi. Ini masalah nyawa manusia,” pungkasnya RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.