Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ramai di Media Sosial, PKS NTB Legowo Bang Zul Cawapres Anies di Pilpres 2024

101

FOTO. Sembirang Ahmadi. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Beredar kabar di media sosial bahwa Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan diisukan akan menjadi calon presiden. T Anies dirumorkan akan berpasangan dengan Gubernur NTB Zulkieflimansyah sebagai pendampingnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW PKS NTB, Sembirang Ahmadi yang dikonfirmasi mengatakan, Zulkieflimansyah memang merupakan kader terbaik PKS yang ditugaskan DPP ke NTB.

Menurut dia, level ketokohan Bang Zul sebutan akrab Gubernur NTB itu, tidak diragukan lagi. Apalagi, sebelum menjabat Gubernur NTB, ia justru tiga periode menjadi anggota DPR RI yang bukan dari dapil NTB.

Bahkan, Bang Zul sempat menjadi Calon Wakil Gubernur Banten mendampingi sosok Marissa Haque pada Pilkada Banten yang saat itu sempat berlangsung sengit melawan Ratu Atut.

“Wajar jika nitizen ramai memperbincangkan pertemuan Pak Anies dan Bang Zul untuk selanjutnya mereka berdua disandingkan pada Pilpres mendatang. Bagi kami itu sah-sah saja. Kan level Bang Zul adalah tokoh nasional yang merupakan produk terbaik dari pengkaderan PKS selama ini,” ujar Sembirang, Selasa (23/2).

“Sekali lagi, pak Anies dan bang Zul adalah dua sahabat karib yang sama-sama satu almamater di Universitas Indonesia (UI) dan juga sama-sama pengurus BEM UI kala itu. Tentu, chemistry mereka sudah terjalin lama lah,” sambungnya.

Ia menyatakan, jika DPP sudah menugaskan Bang Zul untuk naik kelas ke level nasional, pihaknya tentu ikhlas merelekan kepergiannya.

Apalagi, pamor Partai Keadilan Sejahtera sepertinya tengah naik daun. Jika pada Pemilu Legislatif nasional tahun lalu PKS hanya nangkring di posisi ketujuh partai dengan jumlah suara terbanyak di DPR, kini mereka justru keempat.

Melejitnya popularitas PKS tersebut dapat dilihat dari survei yang dilakukan Lembaga Indo Barometer. Menurut survei tersebut, PKS ada 7,8 persen.

“Kalau misalnya PKS ingin menduetkan Pak Anies dan Bang Zul menjadi Capres dan Cawapres kedepannya. Kami sebagai kader partai di NTB siap menyukseskan dan mendukung pencalonannya. Kan fakta PKS sudah diterima publik dengan sikap kritisnya selama ini,” tegas Sembirang.

Litbang Kompas merilis survei pada awal 2021 yang menunjukkan dinamika elektabilitas partai politik terbaru. Elektabilitas Partai Golkar merosot hingga tersisa 3,4%.

Seperti diketahui, perolehan suara Golkar di Pemilu 2019 sebesar 12,31%. Berdasarkan survei Oktober 2019 dan Agustus 2020, elektabilitas Golkar turun menjadi 7,7% dan 5,9%.

Ternyata di survei terbaru pada Januari 2020, elektabilitas Golkar tersisa 3,4%. Survei ini ditampilkan pada Harian Kompas edisi 22 Februari 2021.

Survei Litbang Kompas ini diadakan pada 27 Desember 2020-9 Januari 2021 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error 2,83%.

Berikut ini hasil survei elektabilitas parpol versi Litbang Kompas pada Januari 2021:

PDIP: 19,7%
Gerindra: 9,6%
PKB: 5,5%
PKS: 5,4%
Demokrat: 4,6%
Golkar: 3,4%
NasDem: 1,7%
PAN: 0,8%
Perindo: 0,6%
PPP: 0,5%
Berkarya: 0,4%
Hanura: 0,2%
PSI: 0,2%
Garuda: 0,1%
PBB: 0,0%
PKPI: 0,0&
Tidak tahu/rahasia/golput: 47,3%. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.