Berbagi Berita Merangkai Cerita

Rabu Malam, Kasus Covid-19 di NTB Raih Rekor Tertinggi

43

FOTO. HL. Gita Ariadi. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Satgas Covid-19 Provinsi NTB mencatat rekor tertinggi angka positif  Covid-19. Tak tanggung-tanggung sebanyak 90 orang di semua wilayah NTB dinyatakan positif Covid-19 per Rabu Malam (20/1).

“Pada Rabu Malam (20/1) telah diperiksa sebanyak 291 sampel dengan hasil 193 sampel negatif, delapan sampel positif ulangan, dan 90 sampel kasus baru positif Covid-19. Ini jadi rekor tertinggi di NTB,” ujar Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, HL. Gita Ariadi pada wartawan, Kamis (21/1).

Menurut Gita, penambahan ledakan kasus Covid-19 tertinggi itu setelah delapan unit layanan kesehatan di NTB melakukan pemeriksaannya secara rutin terhadap para sampel pasien yang dirawat di masing-masing RSUD setempat.

Adapun layanan unit kesehatan itu. Yakni, Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR dan TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R Soedjono Selong dan Laboratorium PCR Klinik Prodia untuk di Pulau Lombok.

Sedangkan di Pulau Sumbawa dilayani di Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Bima dan
Laboratorium TCM RSUD Bima.

Gita yang Sekda NTB itu menegaskan, dengan adanya tambahan sebanyak 90 kasus baru positif Covid-19, maka jumlah pasien positif Corona di Provinsi NTB mencapai sebanyak 6.794 orang. Dengan perincian sebanyao 5.442  orang sudah sembuh, sebanyak 319 orang meninggal dunia, serta sebanyak 1.033  orang masih dinyatakan positif.

Ia berterima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti imbauan pemerintah dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Selain itu, ucapan yang sama juga diberikan kepada seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri

Khususnya, lanjut Gita, pada serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” tandas Gita Ariadi. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.