Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Puteri Mandalika, MotoGP dan Daya Tarik Indonesia

0 0

LOTENG,DS- Kisah kesetiaan putri Raja Tunjung Biru yang rela berkorban demi menjaga harmoni Gumi Sasak dan menghindari pertumpahan darah para putra mahkota puluhan kerajaan di Lombok saat itu, kini melegenda. Keterpikatan pada kecantikan sang Putri membuat mereka ingin mempersuntingnya sebagai permaisuri.

Dikisahkan, dalam sebuah sayembara di Pantai Seger Kuta Mandalika Kuta Lombok Tengah pada tanggal 20 malam bulan purnama ketujuh berdasarkan perhitungan kalender Sasak, di hadapan para putra makota kerajaan dan rakyatnya, Putri Mandalika justru mengumumkan dirinya tidak memilih siapapun diantara para pangeran yang gagah perkasa. Dia justru kemudian menceburkan diri ke laut. Dalam hitungan menit sosok cantik itu hilang bersama deburan birunya kilau gelombang yang disinari bulan purnama.

Para pangeran dan rakyat pun berlarian turun ke pantai mencari sang putri. Namun, hingga menjelang subuh, sang putri tidak kunjung ditemukan. Yang muncul hanyalah ribuan cacing warna warni yang disebut Nyale. Sejak peristiwa itu, setiap tahun rakyat di Gumi Sasak mengenangnya sebagai legenda Putri Nyale.

Kini, secara rutin berdasarkan kalender Sasak, di Pantai seger Kuta Mandalika Lombok Tengah NTB selalu dilaksanakan prosesi peringatan yang dikemas dalam Festival Bau Nyale. Nilai penting dari legenda itu menggambarkan betapa tingginya budi baik Sang Putri yang ingin menjaga kedamaian, kelestarian dan kerukunan negerinya serta mengenyampingkan kepentingan cintanya.

Pantai Seger Kuta Mandalika Lombok Tengah NTB telah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memikat jutaan manusia dari seantero dunia. Mereka berlomba datang hanya sekedar ingin menikmati keindahan alam dan pesonanya.

Bahkan di Kawasan seluas 1.200 hektar itu, saat ini sedang dibangun Sirkuit MotoGP terindah di dunia. Dengan view pantai berpasir putih bak butiran mutiara, Dorna, bos pembalap dunia yang sudah dua kali berkunjung ke sana, menyebut Sirkuit Mandalika sebagai impian masa depan pembalap dunia. Tentu, karena saking indah dan paling unik di dunia.

Ditahun 2021 mendatang event internasional motoGP yang paling digemari kaum melinial akan digelar di wilayah kerajaan sang legenda. Kawasan ini dinilai akan membuka akses jutaan kesempatan kerja dan bangkitnya berbagai industri pendukung pariwisata yang menyediakan potensi kesejahteraan bagi masyarakat NTB.

Dibalik itu, diharapkan terjaganya nilai-nilai sosial dan budaya. Pun makin terbukanya kesempatan generasi pewaris budaya Sasak untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Sebutlah tenun khas Sasak, kuliner, fashion dan ragam kerajinan lainnya yang akan mengangkat perekonomian masyarakat.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini, S.E., M.Si, saat menjadi narasumber pada acara Creative Dialogue dan Mandalika Fashion di Kuta Beach Park, Rabu (12/02/2020), meyakini sektor ekonomi kreatif NTB akan berkembang pesat. Karena itu, Niken yang juga ketua TP PKK Provinsi NTB akan fokus pada pengembangan kreativitas tenun NTB yang telah terkenal akan keindahan dan ragam motifnya.

”Semua ini tidak terlepas dari semangat para penenun yang sangat luar biasa. Apalagi NTB ditargetkan menjadi pusat industri tenun nasional. Kalau ini tercapai, maka stok tenun di NTB akan semakin banyak, ” ujarnya.

Staf ahli Gubernur, Drs. H. L. Syafi’i MM, mewakili Gubernur NTB, dalam sambutannya menyatakan bahwa sektor pariwisata tidak bisa dipisahkan dengan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif dan pariwisata merupakan sumber kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Endang Sri Hariyatie Budi Karya, menyatakan kebahagiaannya bisa hadir di Mandalika. Baginya, Mandalika adalah destinasi wisata nasional dan internasional yang akan menggaungkan karya-karya ekonomi kreatif NTB.

“Karya pengrajinan dan UMKM NTB akan menjadi kekuatan daya tarik Indonesia. Selain itu, kain tenun NTB dan kerajinan lainnya akan menjadi ketahanan ekonomi masyarakat untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar perempuan aktif ini seraya menjelaskan bahwa visi Dekranas adalah membangun Indonesia handal dalam mendukung kemandirian ekonomi Indonesia.

Meskipun saat ini telah dimulai era industri 4.0, kata dia, kemurnian budaya Indonesia harus tetap melekat pada setiap insan bangsa Indonesia. “Mari kembangkan terus kerajinan karya lokal dan kearifan lokal NTB untuk terus ditularkan ke generasi milenial,” pungkasnya.

Sementara itu, Indonesian Tourism Developmen Coorporation (ITDC) selaku pengembang KEK Mandalika mulai tahun 2019 lalu telah mengoperasikan Bazaar Mandalika UMKM, sebagai pusat penjualan, pameran dan display produk-produk lokal NTB.

Menurut ITDC Operation Head Mandalika, Parawijaya, kedepannya ITDC akan berupaya membuat standarisasi produk agar produk UMKM masyarakat bisa dipasarkan lebih luas dan mampu menjadi oleh-oleh bagi wisatawan asing.

Untuk pemasaran produk, ITDC juga akan menyediakan sebuah sistem yang memudahkan masyarakat melakukan pembayaran, penjualan dan pengiriman produk. Hal ini, menurutnya, sangat penting mengingat potensi ekonomi KEK Mandalika sangat menjanjikan dengan gelaran MOTOGP 2021.

“Diperkirakan jumlah penonton MotoGP akan mencapai 150 ribu orang dari seluruh penjuru dunia,” ujarnya.

Pada Creative Diologue dan Mandalika Fashion hadir narasumber desainer dunia, Wignyo Rahadi, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Achris Sarwani. Kegiatan dialog dilanjutkan dengan Fashion Show oleh model-model NTB mengenakan ragam tenun lokal karya pengrajin NTB (gderyadi)

Leave A Reply