BSK Samawa

Pungut Biaya Parkir ke Siswa, Kadis Dikbud Bakal Tegur Kepala SMAN 8 Mataram

FOTO. Aidy Furqan. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pihak SMAN 8 Mataram memungut uang parkir terhadap siswa yang membawa kendaraan ke sekolah. Pungutan uang parkir bervariatif mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Dari video yang beredar, tampak seorang siswa yang tidak membawa uang parkir, tidak diizinkan untuk masuk lebih dahulu ke sekolah.

Aksi tersebut kemudian memantik ratusan siswa menggelar unjuk rasa di sekolah meminta kebijakan tersebut dihentikan. Bahkan siswa meminta kepala sekolah dicopot.

Kepala Dikbud NTB, Aidy Furqan yang dikonfirmasi terkait hal itu, membenarkan adanya pungutan uang parkir oleh pihak sekolah tersebut. Ia menyayangkan sikap pihak sekolah yang melakukan pungutan tersebut.

Menurut dia, dari klarifikasi yang dilakukan Tim Dikbud yang diterjunkan ke SMAN 8 Mataram, pihak sekolah berdalih uang tersebut untuk infak. “Tapi itu tetap enggak dibenarkan,” tegas Aidy pada wartawan, Rabu (19/1).

Ia mendaku, pihaknya sudah langsung menginstruksikan pihak sekolah untuk mengembalikan uang ke siswa dan menghentikan pungutan tersebut.

“Kejadian tersebut baru semalam kami dapat informasinya dan tadi pagi sudah ditindak lanjuti langsung oleh tim Dikbud,” kata Aidy

“Kami meminta agar uang yang disebut infak oleh pihak sekolah tersebut agar dikembalikan ke siswa dan tidak boleh lagi terjadi,” sambungnya.

Aidy akan mendalami motif infak tersebut. Di mana, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pihak sekolah untuk melakukan klarifikasi lebih lanjut. “Besok kami memanggil pihak sekolah untuk dimintai keterangan detail,” ungkap dia.

Terkait sanksi terhadap pihak sekolah, Aidy Furqan mengatakan akan dilakukan melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku.

“Tentu dimulai dengan teguran tertulis, dan kami dalami dulu apa yang melatarbelakangi peristiwa tersebut sebelum mengambil keputusan,” tandasnya. RUL

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.