Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pulihkan Kejiwaan, Pemkot Mataram Lakukan Pendampingan Siswi Korban Pencabulan Mantan Oknum Dewan

24

FOTO. Hj Dewi Mardiana Ariany. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Pemkot Mataram melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) setempat berencana memberikan pendampingan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memulihkan kejiwaan (psikologi) siswi korban pencabulan oleh ayah kandung.yang mantan anggota Dewan.

“Koordinasi juga kita akan lakukan dengan pihak sekolah dimana siswi itu bersekolah. Prinsipnya, langkah memotivasi dan menguatkan mental anak itu agar tidak down. Kita upayakan secepatnya,” kata Kepala DP3A Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany pada wartawan, Jumat (22/1).

Menurut dia, langkah mengembalikan psikologi siswi itu agat bisa kembali ke kehidupan normal sangat berat. Namun pihaknya mengupayakannya. Untuk itu, pendekatan dengan pihak sekolah menyusul status siswi itu yang masih terdaftar di sebuah SMA di Mataram akan dilakukan.

“Kami akan turun melakukan asesment ke sekolah. Karena itu bagian dari pendampingan, termasuk bagaimana kita juga akan mengumpulkan kawan-kawan sepermainanya untuk dan bagaimana mengembalikan pemuliham mentalnya,” jelas Mardiana.

Ia menegaskan, kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh orang tuanya dipicu banyak faktor. Bisa karena ekonomi, karakter orang tua, pendalaman tentang agama dan faktor lainnya.

“Untuk kasus ini, bisa jadi karena karakter sebab untuk pemicu ekonomi bisa dikatakan sangat mapan,” tegas Mardiana.

Terkait faktor ekonomi, lanjut dia, terjadi ketika rumah dibangun tidak selayaknya atau rumah mereka tidak memiliki sekat. “Jadi setiap saat melihat aktivitas pribadi anak-anak, dan lama-lama muncul pikiran negatif,” ungkap Mardiana.

Ia mencatat, adanya kasus ini, maka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Mataram menjadi sebanyak lima kasus.

“Selama Januari 2021, kami menangani empat kasus perempuan dan anak berupa kasus perebutan hak asuh anak dan pencabulan. Di tambah kasus ini (anak yang diduga dicabuli ayah kandungnya-red),” ucap Mardiana.

*Hukuman Berat

Dalam kesempatan itu. Mardiana meminta aparat hukum bisa memberikan hukuman yang sangat berat kepada tersangka yang diduga mencabuli anak kandungnya.

Apalagi, pelaku adalah mantan anggota DPRD NTB yang tega mencabuli anak kandungnya dari istri kedua.

“Saya mengutuk perbuatan biadab yang dilakukan oleh pelaku yang mencabuli anak kandungnya sendiri. Karena itu, pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.