Berbagi Berita Merangkai Cerita

Puisi-puisi H.Dienullah Rayes untuk Tokoh-tokoh Sumbawa

27

PANJAT TEBING MARTABAT.
:Dr.Iwan Jazadi,sang Pencerah cuaca literasi

a.
anak tukang dokar yang doktor itu,
lahir,hadir di bawah emper langit alas-sumbawa,
kau bangun-tidur dalam mimpi-mimpi,
gagasan dan harapan yang gemintang,
otak dan ujung jari buka jendela literasi,
lahirkan buku bumi merujuk kitab langit,
cerahkan cuaca kampus
yang mawar merah putih.

b.
di bawah rindang pohon peradaban,
kau menunjuk langit biru,
laut biru tiada seteru,
ibu pertiwi merekah senyum simpati.

c.
para mahasiswa cendekia,
naiki perahu layar jati dirimu,
berlayar arah dermaga bianglala,
gapai pelabuhan janjiMu
yang langit biru,
yang bumi hijau.

d.
dosen esais yang mumpuni itu,
cara merasa prosa puitis,
berpikir seirama mengukir zikir,
suara,warna batinmu yang jernih cair.

e.
adalah jati diri yang bersayap dan bernapas,
terbang dan terbanglah nuju langit biru,
pesta cahaya,pesta budi daya,
yang dianugerahkanNya.

Sumbawa,samawati,
16.06.2021.dr.

DUA RINDU TELAH PULANG.
:Hj.Siti Fatimah,Ungang Dea Mas,insan berhati bulan.

1.
saat terik mentari,21 juni 20 nol delapan,
Siti Aisyah,isteriku pulang menghadap, Maha Anggun
tersebab serangan jantung menahun,
sabar,ihlas pun mencair jernih,
almarhumah pulang ke alam barzah,
keraton cahaya sang Kekasih Maha Pengasih.

2.
malam jumat,11 juni 20 dua satu,pukul 11 wita,
Hj.Fatimah,embus nafas paling penghabisan,
ikuti pulang,nyusuli Aisyah sahabat karibnya,
dalam senyum tawa dalam duka lara.

3.
almarhumah pergi mendukung jiwa raga keluarga besar,
ditinggalkan anak-anak terpateri di hati:
Dr.H.Zulkieflimansyah,
Gubernur NTB,
Hj. Niken istri Gubernur yang politisi,
Dewi Noviany,SPd.,M.Pd.
Wkl Bupati Sumbawa,
sekian cucu-cucu terkasih,
umur ini terukur dalam cuaca takdir,
selamat jalan yang pulang dahuluan,
kami yang ditinggalkan menanti waktu,
dijemput sang Maha Penentu.

4.
Hj.Fatimah,hidupmu kini menyemai damai,tenang,
di alam barzah yang agung,
engkau pun bisa leluasa jumpa mesra,
bersama sahabatmu Aisyah yang menantimu,
belasan tahun dalam rindu mengalun cairan kasih.

5.
kini ini yang pulang,damai tenang,
yang ditinggalkan kirim bunga dan doa,
terlukis kaligrafi di dada nisan,
yang melisan pesan
setiap yang bernyawa akan kembali ke muasal,
debu galian makaman,
milik Rabb Maha Pengampun.

Sumbawa-Gemilang,
Yang Berkeadaban.
17.06.2021.dr.

CERAH BERAWAN.
:Darussalam Santika,
insan pers yg puitis.

1.
puluhan tahun yang silam,
sejak sma kau berayun di dunia wartawan,
esai prosa-puisimu termuat di koran-koran,
terbitan lokal dan kota metropolitan.
namamu terbaca mata renta pakai kacamata,
tersepuh kobaran api semangat,
bakat alammu tak tenggelam.

2.
di zaman mesin tik mewarnai negeri,
kita mencari cerita nenek moyang melegenda,
dari dusun ke dusun di desa-desa Sumbawa,
suara asli pamong budaya kita rekam,
suara mereka terisi dalam caset tape recorder,
dalam proses bahasa asli tradisi,
dialihbahasakan ke bahasa Indonesia,
bahasa tradisi dan terjemahannya,
kau pun gegas mengetiknya.
maka lahirlah dua cerita rakyat,
dalam bahasa tradisi Sumbawa, dan
cerita rakyat bahasa Indonesia.
memerlukan cinta yang tekun dan kearifan lokal,
dia naik ke anak tangga global.

3.
usai sekolah tinggi pers
namamu semakin berkibar,
panji kehormatan itu dianjung tangan siapa pun,
kita bersampan ke yakinan,
menuju dermaga bianglala,
pelabuhan janjiMu yang pesta cahaya.

4.
aku dan kau De,
aku senja hari,kau terik matahari,
kalau aku tenggelam di balik kaki horison,
kaulah sayap dan napas itu,
terbanglah ke langit biru,
laut biru jauh dari seteru.

Sumbawa,yang samawati,
21.06.2021.dr.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.