A place where you need to follow for what happening in world cup

Proyek Infrastruktur Dasar Ratusan Miliar di Mandalika Diserahkan Terimakan Rekanan ke ITDC

149

FOTO. Direktur Teknik dan SDM ITDC Taufik Hidayat (kedua kanan) bersama Direktur Pelaksana 2 LPEI Maqin U. Norhadi (kiri), General Manager Departemen Operasi 7 PT WIKA-BRL Rahmad Erwan Pramudya (kedua kiri) dan Dewan Komisaris ITDC Irzani (kanan) melakukan penandatanganan surat berita acara serah terima pekerjaan infrastruktur dasar The Mandalika di area Paddock Jalan Kawasan Khusus (JKK) atau Mandalika International Street Circuit di Mandalika. (FOTO. HUMAS ITDC/DS).

MATARAM, DS – Proyek pengerjaan infrastruktur dasar Sirkuit Mandalika senilai Rp 395 miliar telah berhasil dituntaskan oleh pihak kontraktornya. PT Wijaya Karya-PT Bunga Raya Lestari KSO (WIKA-BRLKSO) sebagai pelaksana kegiatan tersebut menyerahkan pekerjaan kepada PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), di area paddock Sirkuit Mandalika, Selasa (5/10).

Acara serah terima pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) dihadiri Direktur Pelaksana II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Maqin Uno Norhadi, Kuasa KSO General Manager Departemen Operasi 7 PT WIKA-BRL, Rahmad Erwan Pramudya dan Direktur PT Bunga Raya Lestari, I Ketut Sama. Selain itu, Direktur PT Yodya Karya (Persero) Delta Hatmantari. Tak hanya itu, Direktur Utama PT Parama Karya Mandiri Prasetyo Budi Hartanto dan Dewan Komisaris ITDC Irzani dan Direktur Teknik dan SDM ITDC Taufik Hidayat juga ikut menyaksikan.

Penandatanganan dokumen PHO dilakukan Direktur Teknik dan SDM ITDC Taufik Hidayat dan Kuasa KSO General Manager Departemen Operasi 7 PT WIKA-BRL Rahmad Erwan Pramudya.

Proyek infrastruktur dasar yang diserahterimakan terdiri dari pekerjaan ground work (timbunan) badan jalan sirkuit sepanjang 4,3 km. Ground improvement (penguatan liquifaksi) sirkuit, fasilitas pendukung area paddock untuk infrastruktur dasar sirkuit serta jalan, akses Kuta Beach Park, Sirkuit Mandalika, dan Pantai Gerupuk sepanjang 6,7 km.

Berikut jaringan utilitas air serta listrik, untuk infrastruktur dasar non sirkuit. Proyek infrastruktur dasar ini merupakan bagian dari dukungan pendanaan LPEI melalui skema National Interest Account (NIA) dengan total plafond fasilitas maksimum sebesar Rp 1,2 triliun.

Fasilitas NIA merupakan fasilitas pendanaan yang dialokasikan pemerintah melalui pembiayaan khusus. Tujuannya untuk meningkatkan ekspor barang maupun jasa yang disalurkan melalui LPEI. Proyek infrastruktur dasar yang diserahterimakan memiliki nilai Rp 395 miliar. Fasilitas NIA diberikan LPEI dengan mempertimbangkan sejumlah aspek dampak pembangunan. Di antaranya, peningkatan devisa dan penyerapan tenaga kerja.

Di masa mendatang, kawasan Mandalika diprediksi akan menyumbang devisa terbesar, yaitu mencapai USD 24 miliar. KEK Mandalika juga diproyeksikan dapat berkontribusi atas penciptaan lapangan pekerjaan baru dengan perkiraan 15 ribu tenaga kerja dari perhotelan kemudian 38 ribu tenaga kerja dari pendukung sektor pariwisata.

Direktur Teknik dan SDM ITDC, Taufik Hidayat, berterima kasih atas dukungan LPEI dalam penyediaan infrastruktur dasar di KEK Mandalika. “Melalui pendanaan yang diberikan LPEI kami dapat membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan kawasan ini,” kata dia pada wartawan melalui siaran tertulisnya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana II LPEI, Maqin U Norhadi, menyampaikan, KEK Mandalika merupakan proyek yang akan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. “Fasilitas pembiayaan NIA tentu menjadi relevan diberikan untuk mengakselerasi proyek KEK Mandalika,” ujarnya.

PHO diharapkan menjadi awal yang baik untuk merealisasikan potensi ekonomi.

“Saya optimistis, percepatan pengembangan Mandalika melalui pembangunan infrastruktur dasar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan,” ungkap Maqin. Terlebih sebentar lagi akan digelar event balap motor WSBK dan MotoGP. “Yang pastinya akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” tandas Maqin U Norhadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas